Jejak Sejarah dan Pemikiran Dari Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional

(Istimewa)
Organisasi Boedi Oetomo cikal bakal hari kebangkitan nasional (Istimewa)
0 Komentar

​Atas saran dari Ki Hadjar Dewantara, Soekarno memilih tanggal berdirinya Budi Utomo sebagai simbol persatuan. Meskipun Budi Utomo pada awalnya mayoritas beranggotakan priayi Jawa, organisasi inilah yang diakui sebagai organisasi modern pertama yang memicu lahirnya gerakan-gerakan nasionalis lain di kemudian hari, seperti Sarekat Islam, Indische Partij, hingga Sumpah Pemuda 1928.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 20 Mei akhirnya resmi disahkan sebagai hari nasional bukan hari libur.

​Relevansi Abad ke-21: Dari Angkat Senjata ke Penguasaan Digital

Kini, setelah 118 tahun berlalu sejak rapat kecil di ruang kelas STOVIA tersebut, musuh yang dihadapi bangsa Indonesia bukan lagi serdadu dengan senapan laras panjang. Tantangan zaman telah bergeser menjadi perang ekonomi, ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kedaulatan digital.

Baca Juga:Sepak Terjang Abeng, Jurnalis Republika yang Diculik Tentara Zionis Israel Demi Misi KemanusiaanEks Ketua BEM UGM 2026 Minta Pendukung 02 Minta Maaf dan Tulis Pernyataan Penyesalan

​Sejarah Harkitnas mengajarkan kita bahwa senjata paling ampuh untuk bangkit dari keterpurukan adalah pendidikan, kolaborasi, dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi.

Menghidupkan semangat Budi Utomo di era modern berarti menolak menjadi konsumen pasif di dunia digital, melainkan menjadi pencipta inovasi, penjaga persatuan di tengah polarisasi, dan penggerak kemajuan bangsa di panggung internasional.

Kebangkitan nasional bukanlah peristiwa masa lalu yang membeku, melainkan proses yang terus berjalan di tangan setiap generasi.(*)

0 Komentar