Terkendala Lahan, Siswa SR di Garut untuk Sementara Gabung ke Sumedang

Sekolah Rakyat
Bangunan Sekolah Rakyat
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut memastikan program Sekolah Rakyat (SR) tetap berjalan meski untuk sementara para siswa direncanakan akan digabungkan ke Kabupaten Sumedang.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan, bahwa saat ini fasilitas SR yang sudah siap dan dibangun berada di Sumedang.

Menurutnya, dengan adanya penambahan siswa baru, Pemkab Garut tidak ingin proses belajar terhambat akibat keterbatasan tempat.

Baca Juga:Penantian Belasan Tahun Berakhir, Warga Wanaraja Akhirnya Berangkat Haji Bersama IstriWamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota Koperasi

“Sekolah Rakyat itu yang sudah siap dan dibangun itu Sumedang. Nah sekarang kan ada penambahan siswa baru, kita enggak mau berhenti. Tempat di kita ini terbatas, daripada mereka berhenti kita tebengkan dulu ke Sumedang sambil menunggu proses pembangunan di Garut,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Garut sudah masuk dalam daerah yang direncanakan mendapat pembangunan Sekolah Rakyat.

Namun, saat ini pemerintah daerah masih fokus untuk mencari lahan yang sesuai untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Kita sudah termasuk kabupaten yang masuk direncanakan pembangunan tahun ini. Lahannya ini kita lagi cari lagi, dan kira-kira ini aman karena tanah ini tanah carik. Kita sudah komunikasi, kita akan coba laksanakan, cuma masih butuh proses,” katanya.

Syakur menyebutkan, bahwa lokasi pembangunan sekolah rakyat kemungkinan akan dilakukan di wilayah Garut Selatan dengan luas sekitar 30 hektare.

“Kemarin juga saya ke bank tanah lagi cari potensi lahannya, seringkali ada program pembagunan tapi kita engga punya tanah,” ucapnya.

Ia mengakui pencarian lahan menjadi tantangan tersendiri karena luas tanah yang dibutuhkan cukup besar.

Baca Juga:Menyusuri Sejarah Garut Lewat Walking Tour Wisata MistisKemenkop Perkuat Transformasi Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB

Selain itu, alasan pembangunan dilakukan di wilayah selatan lantaran sangat sulit untuk mencari lahan seluas 30 hektare di wilayah perkotaan.

“Emang dimana ada lahan 30 hektare di kota? Berapa belinya, terus punya siapa?,” imbuhnya.

Meski begitu, Syakur merasa bersyukur karena semua anggaran pembangunan sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita harus bersyukur sudah ditetapkan, cuman lahannya. Makanya saya cari yang paling mungkin, yang pertama itu kecukupan lahan dan kondisi lahan yang mungkin dibangun dalam waktu cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa siswa yang akan digabungkan ke Sumedang jumlahnya sebanyak 75 orang.

0 Komentar