HMI Kritik Kegiatan Kirab Budaya, Sebut Garut Tidak Butuh Raja

Radar Garut
DIALOG. HMI Kritik Kegiatan Kirab Budaya Sunda, Sebut Garut Tidak Butuh Raja.
0 Komentar

GARUT – Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut melakukan aksi di tengah berlangsungnya kegiatan kirab budaya, Selasa (5/5/2026) malam. Aksi tersebut merupakan kritik atas prioritas kebijakan pemerintah yang dinilai mengesampingkan hal-hal yang sangat penting untuk masyarakat.

Ketua HMI Cabang Garut, Yusup Saepul Hayat mengatakan bahwa pihaknya mencintai dan mendukung budaya Sunda sebagai identitas masyarakat Jawa Barat. Namun menurutnya kondisi masyarakat saat ini menuntut perhatian lebih pada kebutuhan yang bersifat mendasar.

“Kami ingin meluruskan persepsi terlebih dahulu, bahwa HMI Garut tidak anti terhadap tradisi dan budaya Sunda. Justru kami mencintai itu sebagai bagian dari jati diri. Tapi hari ini, persoalannya adalah perbedaan pandangan soal prioritas,” kata Yusup.

Baca Juga:300 Pengusaha Ultra Mikro Garut Selatan Didorong Naik Kelas, PNM Perkuat Pendampingan Lewat PKU Akbar 2026Pria Asal Subang Ditemukan Meninggak di Selokan Cibatu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ia menilai bahwa ditengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, kegiatan yang bersifat seremonial belum menjadi kebutuhan utama. Menurutnya, pemerintah perlu lebih fokus pada sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Kebutuhan masyarakat Garut hari ini bukan pertunjukan. Bukan soal hiburan, tapi bagaimana sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bisa disentuh secara nyata,” ungkapnya.

Yusup juga mempertanyakan sejauh mana kegiatan kirab budaya tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia menilai, jika dilihat secara persentase, hanya sebagian kecil masyarakat yang dapat menikmati kegiatan tersebut.

“Kalau kita hitung, berapa persen masyarakat yang menikmati? Apakah itu benar-benar menjawab kebutuhan 2,9 juta warga Garut? Ini yang menjadi pertanyaan kami,” tambahnya.

Terkait pemilihan momentum aksi yang dilakukan saat kirab budaya berlangsung, Yusup menyebut hal itu sebagai bentuk keseriusan HMI dalam menyuarakan aspirasi.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui berbagai metode, baik audiensi maupun dialog. Tapi aksi ini kami pilih untuk menunjukkan keseriusan bahwa persoalan Garut hari ini tidak bisa dianggap biasa,” tegasnya.

Ia mengibaratkan kondisi saat ini dengan kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi. “Garut ini bukan butuh kue, tapi butuh beras,” ujarnya.

Baca Juga:Perampok di Karangpawitan Garut Ditangkap, Gas Melon hingga Mobil DiamankanMerek Kolektif Didorong Menkop Jadi Jaminan Kredit Perbankan

Kepala Bidang PTKP HMI Garut, Respi Malik Abdul Aziz menjelaskan bahwa aksi tersebut murni dilakukan oleh kader HMI sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah.

0 Komentar