300 Pengusaha Ultra Mikro Garut Selatan Didorong Naik Kelas, PNM Perkuat Pendampingan Lewat PKU Akbar 2026

istimewa
300 Pengusaha Ultra Mikro Garut Selatan Didorong Naik Kelas, PNM Perkuat Pendampingan Lewat PKU Akbar 2026
0 Komentar

GARUT – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui pemberdayaan sektor ultra mikro. Di wilayah pesisir selatan Kabupaten Garut, 300 pelaku usaha kecil mendapatkan penguatan kapasitas melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 yang digelar di Kecamatan Pameungpeuk.

Pemimpin Cabang PNM Garut, Sumawinata mengatakan bahwa kegiatan yang mengusung tema “Olah Laut Olah Peluang: UMKM Garut Selatan Bersama PNM PKU Akbar” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing pelaku usaha ultra mikro, khususnya yang bergerak di sektor olahan hasil laut dan kerajinan lokal.

Di kawasan pesisir yang dikenal dengan potensi sumber daya lautnya, geliat usaha mikro tumbuh dari skala rumah tangga. Mulai dari produk olahan ikan hingga aneka hasil kerajinan, para pelaku usaha ini perlahan membangun pasar mereka sendiri. Namun demikian, berbagai kendala masih kerap dihadapi, seperti keterbatasan akses permodalan, pengetahuan manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.

Baca Juga:Pria Asal Subang Ditemukan Meninggak di Selokan Cibatu, Polisi Lakukan PenyelidikanPerampok di Karangpawitan Garut Ditangkap, Gas Melon hingga Mobil Diamankan

“Melihat kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar hadir memberikan pendampingan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pembiayaan, tetapi juga menyentuh aspek penguatan kapasitas dan mental usaha para nasabah,” ujarnya.

Dalam kegiatan PKU Akbar ini, dijelaskan Sumawinata, para peserta mendapatkan berbagai fasilitas yang dirancang sesuai kebutuhan mereka. “Selain pelatihan usaha, tersedia juga booth konsultasi yang melibatkan GEKRAF serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, menurut Sumawinata, edukasi terkait literasi keuangan turut diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya guna meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan usaha.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan layanan tambahan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta. Hal ini menjadi bagian dari pendekatan holistik yang dilakukan PNM, bahwa pemberdayaan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan dan kesejahteraan pelaku usaha itu sendiri.

“Lebih dari sekadar pelatihan, PKU Akbar 2026 juga menjadi ajang promosi produk bagi para nasabah. Mereka diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil usahanya kepada berbagai pihak yang hadir, termasuk unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait,” katanya.

0 Komentar