Rupiah Kian Merosot! Sentuh Angka Rp 17.400 per Dolar

(Istimewa)
Nilai rupiah anjlok (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa, 5 Mei 2026, kembali menunjukkan tekanan pelemahan.

Di pasar spot pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.420 per USD, melanjutkan tren negatif dari sesi perdagangan sebelumnya.

Meski sempat menguat tipis di awal pekan, mata uang Garuda masih rentan di tengah penguatan Dolar AS dan dinamika ekonomi global.

Baca Juga:Dengar Aspirasi Ojol, Prabowo Tuntut Perusahaan Ojol Tak Pangkas Komisi 10%Menkeu Purbaya Siap Perketat Aturan Cukai Rokok, Resahkan Pekerja Tembakau

Menurut data dari berbagai sumber per 4-5 Mei 2026, kurs tengah Rupiah berada di level sekitar Rp17.360-Rp17.410 per USD. Pada Senin 4 Mei 2026, Rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp17.360 di awal sesi, dengan rentang harian antara Rp17.310 hingga Rp17.405.

Posisi ini mendekati rekor terlemah baru yang sempat dicetak akhir April lalu di kisaran Rp17.385-Rp17.400.

Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah

Pelemahan Rupiah hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, baik dari dalam maupun luar negeri. Secara global, indeks Dolar AS (DXY) tetap kuat di atas level 98, didukung oleh sikap hawkish The Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mendorong investor mencari aset safe haven seperti Dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk Rupiah.

Di dalam negeri, data ekonomi menunjukkan sinyal campuran. Ekspor Indonesia sempat turun untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, sementara impor tetap stabil.

Cadangan devisa berada di level rendah hampir dua tahun, meski inflasi April berhasil turun menjadi 2,42% level terendah dalam delapan bulan. Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas, termasuk menjual dolar dari cadangan devisa.

Analis memproyeksikan Rupiah masih berpotensi tertekan sepanjang Mei 2026, dengan kisaran Rp17.300-Rp17.800 per USD dalam skenario terburuk.

Baca Juga:Viral di Sosmed, Seorang WNI Kedapatan Merokok Di Depan Rambu Larangan Merokok Di Jepang!Bank Sampah Garut Ajak Warga "Menabung" Limbah, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Ekonomi Sirkular

Namun, jika data pertumbuhan ekonomi Q1 2026 keluar lebih baik dari ekspektasi dan harga komoditas (seperti CPO dan nikel) rebound, Rupiah bisa mendapat angin segar.

Dampak terhadap Ekonomi dan Masyarakat

Pelemahan Rupiah berdampak langsung pada berbagai sektor. Bagi importir, biaya bahan baku dan barang konsumsi impor menjadi lebih mahal, yang berpotensi mendorong inflasi.

0 Komentar