Apel Hardiknas, Bupati Garut Soroti Tantangan Pendidikan

(Ale/Radar Garut)
Apel Hardiknas, Bupati Garut Soroti Tantangan Pendidikan. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti berbagai tantangan di sektor pendidikan saat memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Garut.

Dalam amantanya, Syakur menyampaikan bahwa saat ini ada berbagai macam tantangan dalam dunia pendidikan yakni aspek kuantitas dan aspek kualitas.

“Aspek kuantitas kita masih cukup prihatin dengan rata-rata lama anak sekolah yang masih mencapai 7,86. Ini jumlah yang relatif kecil, sehingga kedepan kita akan melakukan berbagai macam program,” ujarnya, Sabtu 2 Mei 2026.

Baca Juga:Kasur Kapuk Dibakar ODGJ, Rumah Warga di Wanaraja Garut Ludes Dilalap ApiDPRD Garut Akui Kendala Penyesuaian Regulasi Buruh dengan UU Cipta Kerja

Ia menegaskan, bahwa Pemkab Garut berkomitmen untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan. “Kita akan melakukan berbagai macam program agar setiap anak umur sekolah bisa bersekolah,” tegasnya.

Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak, untuk turut mengajak anak-anak yang tidak bersekolah agar kembali ke bangku pendidikan.

“Saya mohon bantuannya bapak kapolres, bapak dandim, pengadilan dan semuanya ketika ada anak umur sekolah tapi tidak sekolah usahakan ajak mereka kembali ke sekolah,” imbuhnya.

Syakur menjelaskan berbagai faktor menjadi penyebab anak putus sekolah, mulai dari alasan ekonomi, tuntutan bekerja, hingga rendahnya motivasi belajar.

Selain itu, faktor jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal juga menjadi kendala.

Oleh karena itu, Syakur meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan revitalisasi dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), khususnya di wilayah terpencil.

“Sehingga anak-anak kita tidak perlu sekolah jauh ke tempat yang lain,” jelasnya.

Baca Juga:Konsolidasi di Garut, PBNU Siapkan Kekuatan Warga NU Hadapi Situasi DuniaAksi May Day 2026, Buruh PT UNI Cibatu Garut Tuntut Soal Outsourcing hingga Air Minum Tak Layak

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan bagi anak-anak umur sekolah yang memang kesulitan untuk mengenyam pendidikan.

“Cari mereka yang tidak sekolah, kalau ada kendala kita bicarakan, ada kendala biaya kita akan bantu. Kita minta tolong sama CSR, Baznas untuk bantu mereka, Pemerintah Kabupaten Garut juga bantu seragamnya, pokoknya anak harus sekolah,” tegasnya.

Sementara dalam aspek kualitas, Syakur juga memberikan penghargaan kepada siswa, guru, dan sekolah berprestasi.

Ia menilai kompetisi menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong peningkatan prestasi di dunia pendidikan.

“Kenapa ini kita laksanakan, karena kita tahu persis caranya untuk mendorong orang untuk mencapai prestasi yang baik adalah melalui kompetisi, saya bangga karena ada sekolah-sekolah yang jauh dari pusat Kabupaten Garut tapi mampu berprestasi,” ungkapnya.

0 Komentar