RADARGARUT– Suasana di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, menjadi mencekam pada Senin malam, 15 Juni 2026. Sekitar pukul 19.00 WIB, aksi unjuk rasa mahasiswa berubah menjadi bentrok fisik dengan aparat kepolisian.
Akibatnya, empat mahasiswa mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Aksi tersebut melibatkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, termasuk dari Universitas Bung Karno (UBK).
Baca Juga:Rupiah Kembali Menguat, Pasar Saham Diprediksi Terus TumbuhSelat Hormuz Dibuka Kembali, Minyak Dunia Siap Mengalir Bebas!
Demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi sebelumnya yang telah berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu, dan dilanjutkan kembali pada Senin.
Mahasiswa sedang menyampaikan aspirasi terkait isu-isu nasional, salah satunya penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, yang dianggap memberatkan rakyat kecil.
Menurut keterangan Bung Christo Inuhan, Ketua Komisariat GMNI Trisila Universitas Bung Karno, aksi pada hari itu adalah aksi keempat dalam rangkaian protes mereka. Saat mahasiswa sekitar 20 orang membakar ban sebagai simbol api perjuangan dan kemarahan terhadap kebijakan pemerintah, polisi langsung berupaya menghalangi.
“Kami melakukan pembakaran simbolis terhadap sebuah benda yang kami maknai sebagai simbol kemarahan dan perlawanan. Kemudian sempat terjadi sedikit bentrokan dengan polisi,” ujar Christo saat dikonfirmasi media.
Bentrok berlangsung cepat dalam kondisi gelap malam. Mahasiswa mengklaim beberapa rekannya diseret, dipukul, dan ditendang oleh aparat. Dari empat korban yang dilarikan ke RSCM, satu di antaranya adalah perempuan dengan kondisi paling parah.
Dua korban berasal dari Universitas Bung Karno, dengan inisial D dan AR. Christo menyebut ada satu mahasiswa lain yang mengalami luka lecet ringan, namun tidak dimasukkan dalam laporan resmi.
Aksi seharusnya masih berlangsung hingga pukul 20.00 WIB, namun bentrokan memaksa demonstran membubarkan diri lebih awal.
Baca Juga:Gelombang Besar Mahasiswa Swasta Geruduk Jakarta Hari Ini: Tuntut Perbaikan Ekonomi di Depan DPR dan Istana!Presiden Republik Federal Jerman Lakukan Kunjungan Ke Indonesia
Peristiwa ini menambah daftar ketegangan antara mahasiswa dan aparat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, berbagai kelompok mahasiswa seperti BEM SI dan BEM UBK juga menggelar aksi serupa di Jakarta, menuntut pemerintah membatalkan kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.
Kapolda Metro Jaya sebelumnya sempat menginstruksikan personelnya untuk bertindak humanis terhadap demonstran dan melarang membawa senjata api. Namun, insiden di Cikini menunjukkan dinamika di lapangan masih rentan memicu gesekan.
