Aksi May Day 2026, Buruh PT UNI Cibatu Garut Tuntut Soal Outsourcing hingga Air Minum Tak Layak

Rizka/Radar Garut
Fajar Maulana, Buruh PT.Uni Garut (kanan)
0 Komentar

GARUT – Dalam memperingati Hari May Day 1 Mei 2026, Serikat Buruh Progresif Kabupaten Garut gelar aksi di Lapangan Setda Garut, dengan membawa berbagai tuntutan.

Perwakilan buruh dati PT.Ultimate Noble Indonesia (UNI) Garut, Fajar Maulana, mengatakan bahwa serikat buruh progresif membawa beberapa tuntutan aksi pada May Day tahun 2026.

“Kita dari Serikat Buruh Progresif, kita ada tiga tuntutan yang kami bawa, yaitu penghapusan Outsourcing sistem kontrak. Kedua masalah PHL, PHL itu sekarang sudah hampir 2 tahun dia bekerja tanpa ada kejelasan, tanpa ada jaminan sosial,” ujarnya saat diwawancarai di Lapangan Setda Garut, Jumat 1 Mei 2026.

Baca Juga:May Day: KSPSI Sampaikan Tuntutan Ke Pemkab Garut, Bupati Janji Akan Penuhi Hak Normatif BuruhGarut Super Apps Dievaluasi, Pemkab Janjikan Peningkatan Layanan 1–2 Bulan ke Depan

Selain itu, Fajar mengungkapkan tuntutan ketiga yaitu masalah Air Minum yang diberikan pihak manajemen perusahaan kepada para karyawan, yang dinilai tidak layak untuk diminum.

“Air minum yang dikasih oleh manajemen itu tidak layak untuk diminum, karena airnya keruh, terus filternya rusak, airnya hijau. Sedangkan saya mempertanyakan kepada manajemen, kalau air ini layak diminum, tapi kenapa manajemen beli dari luar, aqua yang original,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari pihak perusahaan sendiri sudah melakukan Uji Lab, namun ketika diminta hasilnya perusahaan tidak memberikan, artinya tidak transparan.

“Katanya sudah ada, cuma ketika kemarin kita minta, itu tidak dikasih,” sebutnya.

Selain itu, menurut Fajar, pengisian air minum diperusahaan pun tidak layak, menggunakan selang, dan penggunaan galon sekali pakai untuk penggunaan secara berkala.

“Sama pengisian airnya itu tidak layak, kaya pakai selang, selang itu kan mengandung limbah, terus galon-galon yang diisi ulang itu galon-galon yang sekali pakai, kaya galon Le mineral, itu kan sudah tidak boleh diisi ulang,” ucapnya.

Ia membeberkan bahwa permasalahan tersebut sudah dilaporkan ke Pemkab bahkan ke dinas tenaga kerja dan sudah difollow up ke perusahaan, serta perusahaan pun sudah mengkonfirmasi.

Baca Juga:Yudha Puja Turnawan Kritik Kinerja Dinsos Garut, Lamban Tangani Lansia TerlantarYudha Puja Turnawan Mengikuti Santunan Anak Yatim di Milad ke-4 Yayasan Peduli Umat

“Kemarin sudah ada dari pihak manajemen menghubungi saya ‘Oh ini air sudah bersih, sudah jernih’, bukan bersih dan jernih nya tapi layak apa tidak untuk diminum? kan gitu,” sambungnya.

Fajar menambahkan, pada May Day tahun 2026 ini diharapkan seluruh tuntutan yang sudah disampaikan agar semuanya ditangani bahkan diselesaikan.

0 Komentar