RADARGARUT– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung merespons cepat tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi Senin 27 April 2026 malam.
Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, Dedi Mulyadi mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan medis bagi semua korban luka-luka serta memberikan santunan kematian sebesar Rp50 juta kepada ahli waris masing-masing korban yang meninggal dunia.
“Kami akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Dan akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa 28 April 2026.
Baca Juga:KAI Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban Tragedi Bekasi Timur: Jadwal Kereta Dibatalkan untuk Fokus PenEvakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia
Menurut data terakhir pada Selasa sore, kecelakaan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dengan seluruh korbannya adalah perempuan dewasa dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban luka kini dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi dan Jakarta, termasuk RSUD Kota Bekasi dan RS Polri Bhayangkara.Dedi Mulyadi menegaskan bahwa santunan Rp50 juta diberikan tanpa memandang domisili korban.
“Kami berikan santunan duka kepada yang meninggal, warga mana pun, senilai Rp50 juta. Karena lokasinya di Jawa Barat,” tegasnya.
Ia juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi agar penanganan di rumah sakit berjalan lancar tanpa ada beban biaya bagi keluarga korban.
Kunjungan ke Lokasi dan Pendampingan
Selain mengumumkan bantuan secara resmi, Dedi Mulyadi menyatakan akan langsung turun ke Bekasi pada Selasa siang untuk menengok korban yang masih dirawat dan bertemu langsung dengan keluarga korban.
“Setelah ini, jam 12.00 WIB saya ke Bekasi. Saya menyampaikan duka kemudian menyampaikan santunan,” katanya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka. Pemprov Jabar terus berkoordinasi dengan rumah sakit, Basarnas, Polri, dan PT KAI untuk memastikan proses evakuasi, identifikasi jenazah, serta perawatan medis berjalan optimal.
Baca Juga:Sisi Lain Tragedi KRL VS Argo Bromo Di Bekasi Timur: Berawal Dari Taxi Online Hingga EvakuasiEvakuasi Dramatis 6 Jam di Bekasi Timur: 7 Korban Perempuan Terjepit di Gerbong KRL
Dedi Mulyadi juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi seluruh keluarga korban, khususnya para keluarga yang kehilangan anggotanya yang mayoritas perempuan produktif yang menjadi tulang punggung keluarga.
