Evakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia

(Istimewa)
Tercatat total korban meninggal dunia dalam tragedi KRL Bekasi Timur mencapai 14 orang usai 12 jam evakuasi (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pasca-kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur resmi dinyatakan selesai pada Selasa 28 April 2026.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Muhammad Syafii, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan evakuasi telah tuntas dilakukan.

Syafii menjelaskan bahwa tim SAR di lapangan bekerja dengan cepat dan sangat hati-hati guna memastikan penanganan korban dilakukan seefektif mungkin.

Baca Juga:Sisi Lain Tragedi KRL VS Argo Bromo Di Bekasi Timur: Berawal Dari Taxi Online Hingga EvakuasiEvakuasi Dramatis 6 Jam di Bekasi Timur: 7 Korban Perempuan Terjepit di Gerbong KRL

“Kita telah menyelesaikan operasi SAR dan penanganan khusus kurang dari 12 jam terhitung sejak tadi malam,” ujar Syafii saat memberikan keterangan pers di Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Basarnas, berdasarkan pengecekan terakhir, tidak ada lagi korban yang tertinggal atau terjebak di dalam rangkaian gerbong KRL. Seluruh korban yang terdampak telah berhasil dievakuasi.

Dalam operasinya, tim SAR mengutamakan keselamatan korban di atas segalanya, termasuk keputusan strategis untuk menunda penarikan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek.

Syafii mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja menunda penarikan lokomotif karena ada pertimbangan medis dan keselamatan bagi korban yang masih terjepit.

“Sempat dipertanyakan lokomotif tak langsung ditarik. Pada saat itu ada lima korban masih terjepit dan kami melaksanakan ekstriksi sehingga korban bisa diselamatkan tanpa berdampak lebih berat,” jelasnya.

Keputusan ini diambil agar luka yang dialami korban tidak semakin parah saat proses pelepasan material kereta yang ringsek. Proses ekstriksi dilakukan dengan sangat hati-hati melibatkan peralatan khusus dan tim medis yang siaga di lokasi.

Hingga update terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga:Shin Tae-yong Comeback ke Indonesia: Pelatih Legendaris Garuda Kini Pimpin Timnas FootballHarga Iphone Turun: Cek Detail Updatenya

Seluruh korban yang selamat telah mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026 ini bermula dari insiden taksi yang mogok di perlintasan rel, yang kemudian memicu rangkaian tabrakan melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

0 Komentar