Gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan, mengalami kerusakan berat hingga lokomotif KA masuk ke dalam rangkaian.
Kepala Basarnas menekankan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi. Tim gabungan dari Basarnas, KAI, tim medis, dan instansi terkait lainnya bekerja bahu-membahu meski dalam kondisi malam hari dan material kereta yang sulit diakses.
Dengan selesainya operasi SAR, fokus kini bergeser ke tahap investigasi penyebab kecelakaan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta pemulihan operasional perkeretaapian. KAI sebelumnya telah membatalkan puluhan perjalanan kereta jarak jauh pada 28 April 2026 untuk mendukung proses evakuasi dan investigasi di lokasi.
Baca Juga:Sisi Lain Tragedi KRL VS Argo Bromo Di Bekasi Timur: Berawal Dari Taxi Online Hingga EvakuasiEvakuasi Dramatis 6 Jam di Bekasi Timur: 7 Korban Perempuan Terjepit di Gerbong KRL
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Pihak KAI dan Basarnas menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban.
Masyarakat yang ingin mencari informasi lebih lanjut tentang korban atau barang bawaan dapat menghubungi posko informasi di Stasiun Bekasi Timur atau Contact Center KAI 121.
Proses pemulihan dan pendampingan psikososial bagi keluarga korban serta penumpang yang trauma juga terus dilakukan.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan sistem keselamatan dan pencegahan kecelakaan kereta api di masa mendatang.(*)
