Badai Geopolitik dan Kurs Paksa Pertamina Naikkan Harga BBM

harga bbm pertamina
Kenaikan harga BBM Pertamina Nonsubsidi berlaku hari ini, Simak Selengkapnya! Foto: Wikipedia- RadarGarut.id
0 Komentar

RADARGARUT– Kabar mengejutkan datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga drastis pada lini bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada varian dengan oktan tertinggi, yakni Pertamax Turbo, yang harganya melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp19.400 per liter.

​Keputusan ini mengakhiri masa “tahan harga” yang sempat dilakukan pemerintah sejak awal tahun 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, tekanan ekonomi global nampaknya tidak lagi bisa dibendung.

Baca Juga:Miris! Dua Pelajar SMA Garut Tertangkap Jual Miras Demi Uang SakuSpider-Man: Brand New Day Tayang 31 Juli 2026

​Lonjakan Signifikan di Lini Nonsubsidi

Berdasarkan data resmi dari situs mypertamina.id, kenaikan harga kali ini tidak hanya menyasar Pertamax Turbo. Lini bahan bakar mesin diesel berkualitas tinggi pun ikut terdampak. Berikut adalah rincian kenaikan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Pertamax Turbo (RON 98): Naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.​Dexlite (CN 51): Melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.​Pertamina Dex (CN 53): Meroket dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

​Kenaikan yang mencapai rentang Rp6.000 hingga Rp9.000 per liter ini merupakan salah satu penyesuaian harga paling signifikan dalam sejarah singkat BBM nonsubsidi Pertamina dalam satu dekade terakhir.

​Mengapa Harga “Melesat” Begitu Tajam?

Ada dua faktor utama yang menjadi pemicu utama di balik kebijakan ini. Pertama adalah situasi geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan jalur logistik vital seperti Selat Hormuz.

Hal ini memicu kelangkaan suplai minyak mentah dunia dan mengerek naik harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga BBM di Indonesia.

​Faktor kedua adalah nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar AS. Karena transaksi minyak mentah dilakukan dalam mata uang dolar, pelemahan rupiah secara otomatis meningkatkan beban biaya impor BBM bagi Pertamina.

​”Penyesuaian ini dilakukan untuk mengikuti mekanisme pasar internasional dan memastikan keberlanjutan pasokan energi di dalam negeri,” tulis pernyataan resmi Pertamina dalam keterangannya.

Baca Juga:Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil Hingga Akhir 2026Timnas Futsal Indonesia Kalah Tipis 0-1 Dari Malaysia

​Nasib BBM Subsidi: Pertalite dan Biosolar

​Meski harga BBM nonsubsidi melonjak drastis, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi masih tetap stabil.

0 Komentar