GARUT – Siapa sangka, pengendara yang diberhentikan polisi lalu lintas justru mendapatkan bunga dan bingkisan, bukan surat tilang. Bahkan, polisi yang biasanya berpatroli menggunakan sepeda motor atau mobil dinas, kali ini terlihat menyusuri jalanan perkotaan Garut dengan menumpangi becak listrik.
Pemandangan tak biasa itu mewarnai pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut, Kamis (5/11/2026).
Di tengah kesibukan arus kendaraan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Garut, kegiatan kepolisian tersebut menghadirkan suasana berbeda. Polisi tidak hanya hadir untuk mengawasi kepatuhan pengguna jalan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih santai dan bersahabat.
Baca Juga:Comeback Dramatis di Australia! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1 dan Pastikan Tiket 16 Besar ACLPMII Garut Sindir Dispora Jadi 'Dispornak', Karena Anggarkan Rp2,8 Milyar untuk Hewan Ternak
Adalah Kasat Lantas Polres Garut, AKP Muthia Khansa Nurwijaya, yang memimpin langsung kegiatan tersebut bersama sejumlah kepala unit di lingkungan Satlantas Polres Garut.
Keunikan bermula ketika seorang pengemudi becak listrik menghampiri petugas kepolisian yang tengah melaksanakan patroli. Pengemudi tersebut menawarkan kepada polisi untuk mencoba kendaraan yang disebutnya sebagai becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Tawaran itu kemudian menjadi bagian menarik dari kegiatan patroli. Kendaraan yang biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang tersebut justru ditumpangi petugas kepolisian untuk menyusuri kawasan perkotaan.
Kehadiran polisi di atas becak listrik pun mencuri perhatian sejumlah pengguna jalan. Bagi masyarakat yang terbiasa melihat petugas lalu lintas menggunakan kendaraan patroli resmi, pemandangan tersebut tentu menjadi sesuatu yang berbeda.
Namun, di balik cara berpatroli yang tidak biasa itu, tersimpan pesan sederhana mengenai pentingnya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.
AKP Muthia menjelaskan, pendekatan yang lebih komunikatif sengaja dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya. Melalui interaksi langsung, pesan mengenai keselamatan berkendara diharapkan lebih mudah diterima masyarakat.
“Melalui pendekatan yang unik dan humanis ini, diharapkan pesan-pesan edukatif yang disampaikan dapat diterima dengan baik, mudah dipahami, serta mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar Muthia saat ditemui awak media.
Baca Juga:Anggaran Garut Terpangkas Rp436 Miliar, Bupati Syakur Putuskan TPP ASN Dipotong 15 PersenBupati Garut Soroti Ulah Manusia Jadi Pemicu Bencana, Dorong Penegakan Hukum
Patroli menggunakan becak listrik tersebut sekaligus menjadi sarana bagi polisi untuk mengingatkan para pengendara mengenai pentingnya mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan kehati-hatian selama berada di jalan raya.
