Hujan Mulai Turun, Petani Garut Kembali Garap Sawah Usai 170 Hektare Lahan Gagal Panen

Petani sedang memupuk sawah. (Feri/Radar Garut)
Petani sedang memupuk sawah. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan mulai terjadi di wilayah Garut pada November ini.

Informasi prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam memberikan arahan kepada kelompok tani untuk mempersiapkan lahan lebih awal.

Dengan melakukan pengolahan tanah sejak sekarang, petani diharapkan tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memulai penanaman ketika hujan sudah turun secara merata.

Baca Juga:Cegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Penyelamat di Kawasan Wisata Pantai SelatanPemkab Garut Pangkas TPP Seluruh ASN 15 Persen, Anggarannya Dialihkan untuk Pembangunan

“Jadi, kita memang sudah mulai menginstruksikan kepada seluruh kelompok tani supaya mereka mulai melakukan olah tanah,” katanya.

Ardhy menilai percepatan pengolahan lahan menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian setelah sebagian lahan terdampak kekeringan.

Terlebih, keterlambatan masa tanam dapat berdampak terhadap mundurnya jadwal panen, sehingga turut memengaruhi pencapaian target produksi padi pada awal tahun mendatang.

Karena itu, Dispertan Garut berharap para petani dapat memanfaatkan datangnya musim hujan dengan melakukan persiapan secara optimal, sambil tetap memperhatikan kondisi ketersediaan air.

Menurutnya, apabila pengolahan lahan dan penanaman dapat dilaksanakan tepat waktu, peluang untuk mengejar target produksi padi pada awal 2027 akan semakin terbuka.

“Insya Allah, kita harapkan tidak ada lagi keterlambatan tanam untuk tahun ini, karena itu sangat berpengaruh nanti terhadap pencapaian target produksi di bulan Januari, Februari, Maret 2027,” ungkapnya.

Ardhy berharap kondisi cuaca ke depan semakin mendukung aktivitas pertanian sehingga lahan-lahan yang sebelumnya terdampak kekeringan dapat kembali produktif. Dispertan Garut pun terus mendorong kelompok tani untuk mempersiapkan lahan sejak dini agar momentum datangnya musim hujan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pemulihan produksi padi di Kabupaten Garut. (*)

0 Komentar