Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel

istimewa
Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel
0 Komentar

GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut menerjunkan 110 personel dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar serentak di wilayah Jawa Barat. Operasi tersebut menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan bahwa pelaksanaan operasi diawali dengan apel kesiapan yang dilakukan secara serentak oleh jajaran Polda Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Secara keseluruhan, sekitar 1.800 personel kepolisian dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kurang lebih kalau total di Jawa Barat ada 1.800 personil yang terlibat. Kalau di Polres sendiri, Polres Garut ada kurang lebih 110 personil yang dilibatkan,” ujar Niko.

Baca Juga:Fraksi PDI Perjuangan Dorong Seleksi Sekda Garut Dilakukan TerbukaAnggota DPR RI Lola Nelria Oktavia Dorong Bantuan Irigasi untuk Poktan Baraya Tani

Menurutnya, Operasi Patuh Lodaya bukan semata-mata bertujuan memberikan tindakan hukum kepada pengendara yang melakukan pelanggaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Niko menjelaskan, berdasarkan evaluasi kepolisian, angka kecelakaan maupun tingkat fatalitas korban pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024. Capaian tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sepanjang 2026.

“Menjelang di operasi Natal, tentunya kita ingin meningkatkan kesadaran yang sudah ada untuk kita tumbuhkan kembali,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, polisi akan mengedepankan langkah edukasi, pencegahan, hingga penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan. Penerapan sanksi akan mempertimbangkan jenis pelanggaran dan kondisi yang ditemukan petugas di lapangan.

Sasaran operasi mencakup seluruh pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, baik yang melintasi jalan kabupaten, provinsi, maupun jalur nasional.

Dua Titik Rawan Kecelakaan Jadi Perhatian

Selain menertibkan pengendara, Polres Garut memberikan perhatian terhadap sejumlah ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Niko menyebutkan, terdapat dua lokasi yang masuk kategori black spot atau titik rawan kecelakaan di Kabupaten Garut. Kawasan jalur utara, terutama ruas Limbangan hingga Malangbong, menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian kepolisian.

Baca Juga:Deteksi Dini Penyakit Menular, Rutan Garut Periksa Puluhan Warga BinaanApresiasi Loyalitas dan Dedikasi Nasabah, PNM Garut Berikan Hadiah Umrah kepada Dua Perempuan Inspiratif

Karakteristik jalan di wilayah tersebut dinilai memiliki sejumlah tantangan, termasuk perubahan lebar jalan yang dapat memengaruhi kelancaran arus kendaraan.

“Dari mulai Limbangan sampai Malangbong itu ada beberapa lokasi-lokasi black spot,” sebutnya.

0 Komentar