Ahab Sihabudin Mendorong Ormas dan Parpol Bersinergi Bidani Pemimpin Muda dan Berkarakter

Radar Garut
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahab Sihabudin
0 Komentar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahab Sihabudin mendorong agar tokoh-tokoh yang punya kapasitas sebagai calon pemimpin untuk bangsa dan negara bisa diberi wadah sebagai pemimpin untuk mengisi posisi strategis sebagai pemegang kebijakan.

Hal ini Ia harapkan ditengah kekhawatiran generasi pemimpin untuk masa depan bangsa dan negara yang semakin kesini leboh cenderung diisi oleh orang-orang tua, kurang memiliki kualitas karena pemimpin yang terpilih terkadang orang yang tidak ada persiapan diri untuk menjadi seorang pemimpin, sementara dari kalangan anak muda, punya kualitas dan siap menjadi pemimpin justru relatif masih menjadi minoritas.

Dalam dialog publik yang digelar DPD PKS Garut, Ahab berharap tokoh masyarakat termasuk yang ada dalam ormas islam bisa turut mempersiapkan kader-kader untuk mengisi posisi sebagai pemimpin bangsa di masa mendatang, diantara upayanya dengan masuk melalui partai politik.

Baca Juga:Demokrasi Tak Cukup Memberi Hak Pilih: Take The Lead Garut Soroti Penyandang Disabilitas yang Belum TerwakiliBerdalih Jaga Diri Membawa 27 Batu, Sembilan Pemuda Diamankan Polisi Saat Patroli Dini Hari

Sehingga melalui program kaderisasi dan pabrikasi calon pemimpin antara Partai Politik dengan Ormas Islam bisa terjalin sinergitas.

Ia menambahkan, kedepan organisasi masyarakat bisa menjadi bagian sebagai pencetak kader untuk menjadi pemimpin, sementara Partai Politik menjadi wadah yang menjembatani tokoh potensial untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara kedepan

“Di era keterbukaan saat ini memang siapapun tidak bisa tertutup termasuk ormas islam, apalagi ormas islam secara basic itu pemimpin bangsa, dan produsen pemimpin bangsa. dan gagasan-gagasan tentang negara ini, jadi itu tidak ada alasan juga Parpol untuk tidak mengadvokasi semua apa yang berkaitan dengan ormas ini dan kita harus membelanya (termasuk dalam konteks cita-cita membangun bangsa dan negara),” katanya.

Ahab menambahkan, jika dilihat dari sejarah hingga sejauh ini Parpol punya hutang budi yang sangat besar terhadap ormas yang telah berkontribusi dalam berdirinya negara.

Sejauh ini PKS kata Ahab, sudah secara kultural pengurus di Parpol juga beberapa aktif di Ormas seperti dari Persatuan Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Serikat Islam dan lainnya.

“Secara eksplisit mereka (ormas) berkontribusi terhadap partai dalam kaderisasi, mencetak calon pemimpin yang diwadahi Parpol. Kami ingin lebih luas lagi karena relaitasnya saat ini pemimpin bangsa sudan tua-tua, kenapa ini terjadi? karena ada yang tidak bisa disentuh parpol, untuk itu kita mendorong agar ormas bisa sejak dini memberikan pendidikan Politik dalam upaya menciptakan kepemimpinan mereka, tumbuhkan kenegarawanan, nah nanti aset ini akan kami fasilitasi melalui partai politik, karena saat ini ormas tidak melakukan hal itu sehingga kader Parpol ini tua-tua, disamping tua-tua juga tidak berkarakter. Tapi jika disiapkan tentu kedepan kita bisa lebih banyak menemukan calon pemimpin bisa dari kalangan muda dan berkarakter,” katanya.

0 Komentar