Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel

istimewa
Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 Personel
0 Komentar

Menurut Niko, kondisi jalan dari arah Nagreg menuju wilayah Garut memiliki karakteristik yang berbeda. Jalan yang sebelumnya relatif lebar mengalami penyempitan ketika memasuki sejumlah ruas di Garut, sebelum kembali melebar ke arah Tasikmalaya.

Meskipun demikian, pengawasan tidak hanya difokuskan pada kawasan rawan kecelakaan. Polisi juga akan melakukan kegiatan di berbagai ruas jalan lainnya sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, Niko juga menyoroti penggunaan knalpot brong yang dinilai masih menjadi persoalan ketertiban masyarakat.

Baca Juga:Fraksi PDI Perjuangan Dorong Seleksi Sekda Garut Dilakukan TerbukaAnggota DPR RI Lola Nelria Oktavia Dorong Bantuan Irigasi untuk Poktan Baraya Tani

Menurut Niko, penggunaan knalpot dengan suara bising bukan hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu konflik antarmasyarakat.

Bahkan, dalam kegiatan penertiban pada malam Minggu sebelumnya, polisi telah mengamankan puluhan knalpot yang tidak sesuai standar.

“Malam Minggu kemarin kita sudah bisa mengumpulkan ada puluhan knalpot brong yang kita amankan,” ungkapnya.

Niko mencontohkan, suara knalpot yang terlalu bising dapat menimbulkan rasa tersinggung pada masyarakat dan berpotensi berkembang menjadi pertengkaran.

Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk turut mengawasi kendaraan yang digunakan anak-anak mereka.

Upaya edukasi juga dilakukan melalui program Police Goes to School agar pelajar memahami pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan perlengkapan sesuai standar, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026. Selama pelaksanaan operasi, polisi akan memadukan kegiatan sosialisasi, teguran, pencegahan, dan tindakan hukum sesuai kondisi di lapangan. (*)

0 Komentar