GARUT – Kabupaten Garut, kini mulai memasuki musim tanam penghujan setelah melewati periode musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Peralihan musim ini, menjadi momentum bagi para petani untuk kembali mengolah lahan pertanian dan mempersiapkan penanaman berbagai komoditas, terutama padi maupun jagung, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pihaknya akan mempersiapkan kondisi lahan yang siap ditanami padi ataupun jagung, serta ketersediaan benih maupun pupuk yang dibutuhkan para petani.
Baca Juga:Perbaikan Pasar Andir Garut Butuh Rp1,5 Miliar, Bantuan Stimulan Finansial Ke Pedagang Masih Diupayakam5.806 Warga Garut Belum Pernah Terima Bantuan Apapun, Dinsos Catat Kuota Balebat Hanya Untuk 1.000 KK
“Kami mempersiapkan benih baik padi maupun jagung. Selain itu kami juga melakukan monitoring untuk mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di lapangan,” ujarnya belum lama ini.
Ia menyebutkan, musim kemarau yang berlangsung sejak Juli 2026 menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan akibat berkurangnya ketersediaan sumber air untuk irigasi.
Menurutnya, selama musim kemarau, sejumlah lahan pertanian terpaksa tidak ditanami, terutama di wilayah tadah hujan. Selain itu, terdapat lahan yang terancam mengalami gagal panen hingga sebagian sudah mengalami puso.
Namun, kata dia, musim kemarau mulai berakhir dengan turunnya hujan berintensitas rendah di sejumlah wilayah.
Musim penghujan diperkirakan tiba pada akhir tahun, sehingga petani mulai bersiap memasuki masa tanam.
Ia menjelaskan, luas lahan pertanian yang siap ditanami pada musim penghujan, baik lahan tadah hujan maupun non-tadah hujan, diperkirakan mencapai 36.580 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
“Pada musim tanam ini ditargetkan penanaman padi seluas 36.580,10 hektare,” jelasnya.
Menurut Ardhy, persiapan musim tanam perlu dilakukan, salah satunya dengan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tersedia di pasaran.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Hijau Melonjak Hingga 17,8 Persen, Pasokan di Garut Belum OptimalLiquid Vape Jadi Ancaman, Desak APH dan BNN Lakukan Penindakan
Ia mengungkapkan, pada Musim Tanam I periode Oktober–Desember, alokasi pupuk bersubsidi yang tersedia meliputi 31.100 ton Urea, 16.804 ton NPK, 644 ton pupuk organik, serta 4,7 ton NPK formulasi khusus.
“Apabila diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan dapat dilakukan realokasi antar kecamatan untuk menyeimbangkan pembelian dengan ketersediaan,” ungkapnya.
Sementara itu, VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan pihaknya terus menjaga kelancaran produksi dan memastikan stok pupuk tetap tersedia secara optimal, khususnya selama musim tanam.
