GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, saat ini terus mengupayakan secepatnya terkait pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Samarang, Desa Sukakarya, Garut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan Pemkab Garut akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pembelian tanah yang selanjutnya dilakukan pembangunan SR oleh pemerintah pusat.
“Kemarin itu kita meminta mengalokasikan anggaran untuk pembelian tanah. Kita di angka Rp9 miliar untuk pembelian tanah di Samarang,” ujarnya.
Baca Juga:Perbaikan Pasar Andir Garut Butuh Rp1,5 Miliar, Bantuan Stimulan Finansial Ke Pedagang Masih Diupayakam5.806 Warga Garut Belum Pernah Terima Bantuan Apapun, Dinsos Catat Kuota Balebat Hanya Untuk 1.000 KK
Ia menuturkan, program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat telah berjalan di Kabupaten Garut. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang, Garut.
Nurdin menyebutkan, pemerintah pusat meminta Pemkab Garut menyiapkan lahan yang memadai. Kini, lahan di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, telah ditemukan dan siap dibeli menggunakan anggaran perubahan daerah.
“Kita mendapatkan alokasi pembelian itu, dan alokasi pembelian itu rencananya kan di bulan Oktober di perubahan anggaran,” sebutnya.
Menurut Nurdin, setelah lokasi lahan ditetapkan, pembangunan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan diperkirakan dimulai pada tahun anggaran 2027.
“Kita juga sudah komunikasi dengan Kenensos, semoga setelah itu (pembebasan lahan) ada titik masuk mendapatkan alokasi pembangunan, itu dibangunnya kan oleh pusat,” katanya.
Lahan 4,9 Hektare Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Telah Disiapkan
Sementara itu, Kepala Dinsos Garut, Marlinda Siti Hana, menyebutkan lahan seluas 4,9 hektare telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Hingga sekarang, kata Marlinda, Pemkab Garut tinggal menunggu informasi dari pemerintah pusat terkait jadwal pembangunannya.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Hijau Melonjak Hingga 17,8 Persen, Pasokan di Garut Belum OptimalLiquid Vape Jadi Ancaman, Desak APH dan BNN Lakukan Penindakan
“Target ke pembangunan dapat kabar di bulan Oktober (2026). Anggaran dari pusat belum tahu berapa-berapanya, kurang-kurangnya nanti akan direncanakan di murni tahun 2027,” katanya.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat di Garut untuk tahun ajaran 2025/2026 telah memasuki angkatan pertama dengan total 75 siswa yang sementara mengikuti pembelajaran di BLK Samarang.
Marlinda mengungkapkan, angkatan tahun ini ditempatkan di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang karena pembangunan fasilitas di Garut belum rampung. “Angkatan sekarang sudah ke Sumedang,” pungkasnya. (*)
