GARUT – Kepala Satuan Lalulintas Polres Garut, AKP Muthia Khansa Nurwijaya menjelaskan bahwa terdapat lima jenis pelanggaran yang menjadi prioritas dalam Operasi Patuh Lodaya 2026.
Kelima sasaran tersebut meliputi kendaraan yang tidak menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, kendaraan yang melawan arus lalu lintas, pelanggaran terkait berhenti di bahu jalan, serta penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong.
“Untuk sasaran Operasi Patuh Lodaya 2026 ini sendiri tadi telah dijelaskan oleh Kapolres, berbagai macam lima prioritasnya adalah tidak memakai TNKB, tidak memakai helm, lawan arus, berhenti di bahu jalan dan knalpot brong,” jelas Muthia.
Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Kerahkan 110 PersonelFraksi PDI Perjuangan Dorong Seleksi Sekda Garut Dilakukan Terbuka
Ia mengatakan, petugas akan menerapkan penindakan secara selektif dengan tetap mengutamakan pendekatan persuasif dan preventif.
Sebelum pelaksanaan operasi, jajaran Satlantas Polres Garut juga telah menggencarkan kegiatan sosialisasi, termasuk mendatangi sekolah dan menyampaikan edukasi keselamatan berkendara melalui media sosial.
“Kita juga selalu melaksanakan sosialisasi-sosialisasi ya, baik itu tindakan preventifnya juga kita laksanakan, kita melakukan pencegahan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Muthia menegaskan, kegiatan penertiban akan dilaksanakan secara bergantian di berbagai wilayah Kabupaten Garut agar jangkauan pengawasan tidak hanya terpusat pada kawasan perkotaan.
Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Garut menerjunkan 110 personel dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar serentak di wilayah Jawa Barat. Operasi tersebut menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan bahwa pelaksanaan operasi diawali dengan apel kesiapan yang dilakukan secara serentak oleh jajaran Polda Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Secara keseluruhan, sekitar 1.800 personel kepolisian dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Kurang lebih kalau total di Jawa Barat ada 1.800 personil yang terlibat. Kalau di Polres sendiri, Polres Garut ada kurang lebih 110 personil yang dilibatkan,” ujar Niko.
Baca Juga:Anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia Dorong Bantuan Irigasi untuk Poktan Baraya TaniDeteksi Dini Penyakit Menular, Rutan Garut Periksa Puluhan Warga Binaan
Menurutnya, Operasi Patuh Lodaya bukan semata-mata bertujuan memberikan tindakan hukum kepada pengendara yang melakukan pelanggaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
