Bupati Garut Dorong Olahraga dan Ekonomi Berbasis Budaya

istimewa
Bupati Garut Dorong Olahraga dan Ekonomi Berbasis Budaya
0 Komentar

“Seluruh lomba KORMI ini merupakan kearifan lokal atau hasil karya dari KORMI Kabupaten Garut. Diikuti oleh 42 Kecamatan di Kabupaten Garut, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KORMI Kabupaten Garut dalam melestarikan olahraga tradisional sejak jenjang Sekolah Dasar sekaligus mendukung program menuju Indonesia bugar 2045,” ujarnya.

Domba Garut Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Pada hari yang sama, Syakur menghadiri Grand Final SKDG Liga Garut dan Kontes Ternak 2026 di kawasan Tarogong Kaler.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua HPDKI Jawa Barat Denny Mulyadi, perwakilan Kementerian Pertanian, Kepala Diskannak Kabupaten Garut drh. Dyah Savitri, Ketua HPDKI Kabupaten Garut Riki Muhamad Sidik, perwakilan Disparbud, serta sejumlah tamu undangan.

Baca Juga:Kemarau Picu Krisis Air di Cibiuk dan Leuwigoong, Padi Mengering, Sumur Bor Jadi Harapan WargaPolisi Gelar Razia Miras, Alkohol hingga Tuak Diamankan

Dalam kesempatan itu, Syakur menilai domba Garut tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas peternakan, tetapi juga menyimpan kekuatan budaya dan ekonomi.

Menurutnya, kualitas pemeliharaan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan nilai jual domba.

“Karena domba kalau dijual hanya dagingnya saja, itu harganya gak akan mahal. Tapi kalau domba yang dipelihara dengan baik, dengan kasih sayang, dengan cinta, insha Allah harganya akan jadi bagus. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Garut,” ucap Syakur.

Ia juga melihat kegiatan seni ketangkasan domba sebagai ruang pertemuan para pecinta domba dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Yang kedua juga ini adalah aja silaturrahmi, tadi saya dengar ini kegiatannya bersekup Provinsi Jawa Barat, ini silaturahmi antara orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap domba. Domba ini adalah makhluk yang unik ya, yang tadi kuat kelihatannya, tanduknya besar seperti kita semua ingin mencari menunjukkan kekuatan kita,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut berencana mendorong kegiatan serupa agar semakin dikenal dengan melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Harapannya, kekhasan domba Garut dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik daerah yang berdampak terhadap pariwisata, ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya.

Baca Juga:Ancam Penjaga Warung di Leles, Enday Diamankan PolisiDitegur Saat Minum Miras, Pria di Cisompet Diduga Hantam Lansia dengan Batu hingga Tewas

Sekjen HPDKI Garut, Asep Rahwanto, menjelaskan Grand Final SKDG merupakan puncak dari sembilan putaran liga yang sebelumnya digelar di delapan pamidangan.

0 Komentar