GARUT – Kopi Garut kini tak hanya dikenal di kalangan penikmat kopi lokal, tetapi mulai menembus pasar di luar daerah, baik diluar Garut bahkan hingga ke luar Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian (PPUP) pada Dinas Pertanian Garut, Susi Suhartianti, membenarkan bahwa retribusi Kopi Garut sudah menembus keluar daerah.
Menurutnya, seperti halnya di Mahkota Kopi Garut yang berada di Kecamatan Bayongbong pernah ekspor hingga ke Taiwan.
Baca Juga:Kopi Garut Berpeluang Masuk Hotel, Distan Masih Bahas Harga hingga Kesiapan PetaniJalan Pamegatan–Singajaya Mulai Diperbaiki September, Anggaran Rp41 Miliar untuk 6,5 Kilometer
“Cuma gini itu sebenarnya Mahkota kopi yang di Bayongbong udah pernah ekspor ke Taiwan, cuman memang sekarang sudah tidak lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, memang secara ekspor produk Kopi Garut bagus, namun hingga saat ini berkurang dikarenakan banyaknya persyaratan yang harus ditempuh oleh petani.
“Maksudnya ekspor itu begitu banyak persyaratannya, iya persyaratan yang ditentukan oleh ekspornya, ekspor itu kan memerlukan banyak,” katanya.
Selain itu, kata Susi, Kopi yang dipilih untuk diekspor juga harus memiliki kualitas bagus, harus tahan penyakit, yang tidak mudah terkena jamur, dan itu semua persyaratan langsung dari pihak ekspornya.
Ia mengungkapkan, bahwa untuk saat ini Kopi Garut hanya eskpor paling jauh keluar Provinsi Jawa Barat, paling dekat keluar Garut.
“Paling kita tuh paling keluar aja, keluar provinsi, ya kayak ke Medan atau ke Lampung gitu, Sumatera. Itu ada sih, atau enggak keluar kabupaten baru sebatas itu kalau pemasarannya,” ungkapnya.
Terkait data per setiap ekspor, pihaknya belum mendapatkan data pasti setiap pelaku usaha mengekspor berapa kopi keluar Garut.
Baca Juga:Raperda PKL Garut Bakal Ubah Penertiban Jadi Penataan, Hak dan Perlindungan Pedagang DikajiDPMD Garut Lantik 2 Kades Hasil PAW, Jumardi Bidik Persoalan Air Bersih di Desa Cisewu
Namun, Susi menjelaskan, Distan sudah bersepakat dengan Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APKI) Garut bahwa untuk kedepan mau mengekspor kopi Cikuray, Papandayan, yang akan dibawa tetap Merk Kopi Garut.
“Tapi kalau kemarin saya sepakat dengan APKI juga nanti ke depan itu mereka mau merek apapun, misalnya mau Cikuray, mau Papandayan, tapi tetap logo yang dibawa ialah logo Kopi Garut,” jelasnya.
Lebih jauh, sebelumnya Distan sudah pernah melakukan perlombaan terkait Kopi Garut hasil para petani kopi, dan pihaknya akan segera memberikan Surat Keputusan (SK) untuk menamakan Kopi Garut.
