Selain persoalan DSP, Manager Tasik Raya juga menyoroti informasi mengenai masih adanya klub yang disebut belum menyelesaikan pembayaran pendaftaran meskipun batas waktu sebelumnya telah ditentukan.
Menurutnya juga, kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi tanggung jawab seluruh peserta, baik klub maupun panitia. Dengan demikian, tidak muncul persoalan administratif yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.
“Kalau manager atau pengurus klub membaca regulasi dengan baik, seharusnya tidak ada keterlambatan. Kita dari Tasik Raya sudah mengikuti alur dan ketentuan yang ada,” ungkapnya.
Baca Juga:Lili, 95 Tahun Menjaga Warisan Kemerdekaan81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kemerdekaan Sampai ke Tangan Rakyat?
Meski pertandingan tetap berjalan, namun manajer dan jajaran pelatih hingga pemain Tasik Raya merasa kecewa karena kalau dilihat dari peraturan regulasi timnya sudah menang WO.
“Aneh, padahal sudah telat. Harusnya juga DSP sudah ada sebelum 90 menit pertandingan, tapi ini baru ada DSPnya sekarang, tentu kami semua kecewa,” pungkasnya.
Tasik Raya berharap penyelenggara dan Asprov Jawa Barat dapat memberikan kejelasan serta memastikan regulasi Piala Soeratin U-15 diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta.
Bagi Tasik Raya, kepastian dan ketegasan dalam penerapan aturan menjadi hal penting agar klub yang telah memenuhi seluruh persyaratan tidak merasa dirugikan dan kompetisi dapat berjalan secara profesional serta fair play. (Ale)
