GARUT – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, mencatat ada beberapa negara yang aman untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Garut yang ingin bekerja.
Kepala Disnakertrans Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan ada beberapa negara yang sampai saat ini memiliki catatan keamanan yang baik untuk para PMI bekerja ialah Jepang, Kuwait, Dubai, hingga Korea.
“Yang aman itu karena sudah dilindungi oleh MoU antara KP2MI dengan pemerintah mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Geger Blue Fire di Gunung Papandayan, Bupati Garut Ingatkan Bahaya Racun dan Minta Segera DievaluasiSisa Pembakaran Sampah Hanguskan Kandang Ayam di Singajaya Garut, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta
Ia mengatakan, dikarenakan dirasa sudah aman untuk para PMI bekerja, akhirnya Pemkab Garut hingga saat ini sangat mudah berkomunikasi mayo berkoordinasi dengan BP3MI maupun KP2MI.
“Nah kemudian karena sudah aman, kita dengan mudah untuk bisa berkomunikasi dengan BP3MI, KP2MI itu kementeriannya, BP3MI itu lembaga yang memberangkatkannya,” katanya.
Selain itu, Nia menjelaskan, untuk bekerja ke negara luar memang berbeda-beda sistemnya, ada yang berbayar, ada swadaya, hingga ada program yang dibiayai dari pemerintah.
“Seperti contoh kemarin kita sudah melatih hampir untuk 100 orang warga Garut untuk sebagai barista yang akan ke Timur Tengah, 20 orang welder tukang las akan berangkat ke Taiwan,” jelasnya.
Lanjut dia, untuk yang akan berangkat ke Taiwan maupun Timur Tengah pun selama dua bulan akan terus mengikuti pelatihan bahasa Tionghoa maupun bahasa Inggris.
“Itu dengan cost sharing antara pemerintah dengan mereka masing-masing,” lanjutnya.
Tak hanya itu, kata dia, jika pemberangkatan nya melalui sistem resmi atau legal maka akan dipermudah segalanya, dari mulai pemberangkatan maupun jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Misalnya kemarin ada yang dari LPK kita berangkat dari Bekasi kemudian meninggal dunia di sana, karena legal jadi aman pemulangannya,” ucap Nia.
Baca Juga:Dewan Pendidikan Laporkan Rencana Rakornas, Garut Dipercaya Jadi Tuan RumahDua Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Garut Targetkan Desa Kosong Segera Miliki Kades Definitif
Namun, ia menambahkan, berbeda hal dengan pemberangkatan tidak resmi ataupun ilegal, akan terdeteksi, dan akan dipersulit jika mengurus pencairan asuransi hingga kematian.
“Yang tidak legal itu yang sebetulnya agak sulit mendeteksi dan segala macamnya, asuransinya dibayar segala macam,” tutupnya. (*)
