Tanggulangi Bonus Demografi, Pemkab Garut Kirim 28 PMI ke Higashikawa Jepang Sebagai Perawat Lansia

28 PMI asal Garut siap Bekerja di Higashikawa Jepang. (Istimewa)
28 PMI asal Garut siap Bekerja di Higashikawa Jepang. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, secara resmi akan memberangkatkan sekitar 28 orang untuk bekerja di Jepang, untuk mengikuti program dari Pemerintah Daerah Kota Madya Higashikawa, Jepang.

Salah satu pembimbing pemberangkatan, Fitria, mengatakan untuk total yang diberangkatkan ke Jepang besok hari sekitar 28 siswa dan 2 pembimbing, dan dari berbagai LPK.

“Ini ada yang dari Lpk lain, ada yang belajar di tempat saya ya, jadi kalau totalnya ada dari 3 Lpk mungkin, dari BLK juga ada,” ujarnya saat diwawancarai di Lapangan Setda Garut, Senin, 28 September 2026.

Baca Juga:Sisa Pembakaran Sampah Hanguskan Kandang Ayam di Singajaya Garut, Kerugian Ditaksir Rp15 JutaDewan Pendidikan Laporkan Rencana Rakornas, Garut Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Ia mengatakan, untuk keseluruhan yang berangkat pada batch ini akan bekerja sebagai perawat lansia, dan memang ini merupakan program beasiswa dari Pemda Higashikawa Jepang.

“Nah Pemda Higashikawa itu memang membutuhkannya yang sekarang paling urgent itu di bidang keperawatan, khususnya perawat lansia itu yang paling banyak,” katanya.

Fitria menjelaskan, bahwa pemberangkatan ini merupakan undangan langsung dari Pemda Higashikawa Jepang, yang akan dilakukan pemantapan dan pelatihan hingga Desember mendatang.

“Kalau untuk kontrak kerja jangka panjangnya itu dari tahun depan bulan Maret 2027. Yang keberangkatan ini kita diundang oleh Pemda Higashikawa untuk pemantapan dan pelatihan di Jepang langsung,” jelasnya.

Terkait persyaratan pemberangkatan, kata Fitria, minimal harus memiliki sertifikat N4 dan keahlian. “Ada yang di bidang tokutei gino atau special skill worker, ada juga yang bisa kerja biasa, tapi bidangnya keperawatan,” lanjutnya.

Ia berharap, agar kedepan banyak masyarakat Garut yang mengikuti program dari Pemda Higashikawa Jepang, dikarenakan akan menjamin masa depan.

“Tapi kadang-kadang orang-orang tuh mungkin taunya progam magang, kalau magang yang kayak gitu kan sebetulnya hanya sebentar di Jepangnya. Kalau ini dari segi masa depan sebetulnya lebih terjamin karena siswa memiliki keleluasaan apakah mau lanjut atau tidak,” harapnya.

Baca Juga:Dua Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Garut Targetkan Desa Kosong Segera Miliki Kades DefinitifKebakaran Lahan Bambu Milik SMA YPI Pulosari Garut Berhasil Dipadamkan, Aset Rp350 Juta Berhasil Diselamatkan

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengatakan masyarakat Garut bisa berangkat ke Jepang itu akibat dari hubungan baik antara Bupati Garut dan Pemda Higashikawa Jepang.

“Nah, kronologisnya karena mereka dulu itu ada letter of internt antara Bupati dengan Kota Madya Higashikawa di Jepang itu ada letter of intent, sudah ada pemberangkatan tahap pertama tahun kemarin 18 orang,” ucap Nia.

0 Komentar