GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan strategis guna mendukung pembangunan pabrik bioetanol di Garut.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh daerah terhadap program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi.
“Kemarin sudah ada penentuan beberapa pabriknya, tapi kita lihat saja lah, kita siapkan saja,” ujar Syakur belum lama ini.
Baca Juga:Geger Blue Fire di Gunung Papandayan, Bupati Garut Ingatkan Bahaya Racun dan Minta Segera DievaluasiSisa Pembakaran Sampah Hanguskan Kandang Ayam di Singajaya Garut, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mulai bersiap mengimplementasikan program ketahanan energi nasional berbasis bioetanol, memanfaatkan komoditas pertanian seperti singkong, jagung, hingga aren.
Menurutnya, Kabupaten Garut menjadi satu dari 44 daerah di Indonesia yang digandeng pemerintah pusat untuk mengawal dan menyukseskan program ketahanan energi berbasis bioetanol tersebut.
“Kita itu termasuk satu dari 44 kabupaten di Indonesia yang diundang karena pemerintah sekarang, pemerintah pusat, Pak Prabowo itu ‘concern’ terhadap ketahanan energi dan bioetanol,” katanya.
Syakur, menyebutkan bahwa Garut menyimpan potensi besar sebagai pemasok bahan baku bioetanol, berkat melimpahnya komoditas pertanian lokal seperti singkong dan jagung.
Ia mengatakan, bahwa pemerintah pusat menagih komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan alokasi lahan tertentu yang siap ditanami komoditas bahan baku bioetanol.
“Sebenarnya ada beberapa, ada aren juga ada, tebu juga ada, cuman kita kan enggak punya budidaya itu (tebu) di Garut,” ucapnya.
Syakur menambahkan, selain area perkebunan, lokasi pembangunan pabrik juga tengah disiapkan di titik strategis Garut yang dekat dengan sumber bahan baku serta jalur transportasi.
Baca Juga:Dewan Pendidikan Laporkan Rencana Rakornas, Garut Dipercaya Jadi Tuan RumahDua Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Garut Targetkan Desa Kosong Segera Miliki Kades Definitif
“Pastikan sebaiknya di dekat dengan sumber bahan baku kan ya, dan transportasi,” tutupnya. (*)
