RADARGARUT– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan upaya penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data resmi yang dirilis dalam bentuk infografis, per Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 17.41 WIB, total volume air bersih yang telah didistribusikan mencapai 125.000 liter.
Distribusi tersebut mencakup enam kecamatan dan delapan desa/kelurahan di Kabupaten Garut. Bantuan air bersih ini telah menjangkau 1.839 kepala keluarga atau setara dengan 5.687 jiwa. Untuk mendukung kelancaran penyaluran, pihak terkait mengerahkan sebanyak 25 unit tangki air.
Baca Juga:Kebakaran Capai 176 Hektare, Seluruh Pintu Masuk Gunung Bromo Ditutup Total Mulai Sabtu MalamDisdamkarmat Garut Tangani 7 Titik Kebakaran Lahan dalam Sehari, Mayoritas Dipicu Sisa Pembakaran Sampah
Rincian penyaluran air bersih per wilayah tercatat sebagai berikut. Di Kecamatan Cigedug, Desa Cintanagara menerima volume terbesar yakni 65.000 liter.
Sementara itu, Kecamatan Sucinaraja melalui Desa Linggamanik memperoleh 25.000 liter. Dua desa lainnya, yaitu Desa Sirnajaya di Kecamatan Tarogong Kaler dan Desa Karyamekar di Kecamatan Pasirwangi, masing-masing menerima 10.000 liter.
Di Kecamatan Cibatu, bantuan air bersih disalurkan ke tiga desa sekaligus. Desa Mekarsari mendapatkan 7.500 liter, Desa Kertajaya 5.000 liter, dan Desa Sindangsuka 2.500 liter. Adapun di Kecamatan Karangpawitan, Desa Sindangpalay menerima 5.000 liter air bersih.
Proses distribusi ini melibatkan beberapa instansi terkait, yaitu BPBD Kabupaten Garut, Disdamkarmat, Dinas Sosial, PDAM, serta Baznas. Kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran ke warga yang membutuhkan.
Infografis resmi yang dirilis BPBD Kabupaten Garut juga menampilkan peta wilayah terdampak beserta titik-titik penyaluran. Data tersebut menjadi acuan terkini mengenai sebaran bantuan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
BPBD Kabupaten Garut terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak atau mengetahui adanya desa lain yang membutuhkan bantuan air bersih diimbau untuk segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.
Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari respons pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kekeringan tahun 2026. Dengan total 125.000 liter air yang telah didistribusikan melalui 25 tangki ke 1.839 keluarga di delapan desa, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi sementara kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.
