RADARGARUT– Sebuah kebakaran lahan perkebunan milik warga kembali melanda wilayah pedesaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Insiden yang terjadi di Kampung Pasir Gambir, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, pada Minggu 9 Agustus 2026 sore itu berhasil menghanguskan lahan seluas kurang lebih 5 hektare.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya pembakaran sampah dan lahan secara sembarangan, terutama di musim kering dan kondisi angin kencang.
Baca Juga:Kebakaran Capai 176 Hektare, Seluruh Pintu Masuk Gunung Bromo Ditutup Total Mulai Sabtu MalamDisdamkarmat Garut Tangani 7 Titik Kebakaran Lahan dalam Sehari, Mayoritas Dipicu Sisa Pembakaran Sampah
Menurut Kapolsek Cikelet Iptu Aktas Komalsyah Siregar, laporan awal diterima pihaknya dari warga sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas piket Polsek Cikelet segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu upaya penanganan.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran terjadi pada lahan kebun milik warga Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan,” ujar Iptu Aktas saat ditemui awak media.
Kondisi angin yang cukup kencang di siang hingga sore hari menjadi faktor utama penyebaran api yang begitu cepat. Percikan api dari pembakaran sampah dengan mudah menjalar ke semak-semak kering di sekitarnya.
Dalam waktu singkat, api meluas dan membakar vegetasi serta tanaman perkebunan warga. Luas lahan yang terbakar akhirnya mencapai kurang lebih 5 hektare sebelum berhasil dikendalikan.
Merespons situasi darurat tersebut, petugas Polsek Cikelet tidak bekerja sendirian. Mereka dibantu oleh UPT Pemadam Kebakaran Pameungpeuk, personel Koramil, karyawan PT Condong Garut, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Kerja sama lintas elemen ini menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi agar api tidak kembali menyala atau menjalar ke lahan lain.
Kapolsek Cikelet turut mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi angin kencang dan lahan dalam keadaan kering. Hal tersebut dapat menyebabkan api dengan cepat meluas dan berpotensi membahayakan lingkungan serta masyarakat sekitar,” tegas Iptu Aktas.
