Kemungkinan besar api berasal dari sisa perapian yang dibuat pengunjung atau warga setempat untuk menghangatkan badan saat suhu dingin, lalu tidak dipadamkan sempurna.
Cuaca kemarau hanya memperbesar dan mempercepat perambatan api, bukan menjadi sumber awal. Investigasi lebih mendalam masih berlangsung setelah fokus utama pada pemadaman.
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, korps Marinir, masyarakat peduli api, warga desa sekitar, serta dukungan helikopter water bombing dari BNPB dan drone penyiram air.
Baca Juga:Amnesty Desak Setop Program MBG: Ratusan Anak Keracunan, Sistem Gagal Lindungi Kesehatan SiswaPolisi Garut Gerebek Gudang Miras di Cibatu, 308 Botol Berbagai Merek Diamankan
Vegetasi yang terbakar antara lain cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hamparan savana hijau di beberapa titik berubah menjadi lahan hitam hangus.
Penutupan total ini merupakan respons terhadap perkembangan situasi yang semakin mengkhawatirkan setelah sebelumnya hanya tiga pintu masuk (Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro) yang ditutup sejak Senin malam, sementara akses dari Cemorolawang dan Wonokitri masih dibuka terbatas hingga area Lautan Pasir saja.
Masyarakat, wisatawan, dan pelaku wisata diminta mematuhi ketentuan ini demi kelancaran penanganan dan perlindungan kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.(*)
