GARUT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Garut (ITG) Desa Cikajang menggelar edukasi anti-bullying kepada siswa SDN 2 Cikajang, Senin (3/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Membangun Kesadaran Anti-Bullying Sejak Dini” tersebut menjadi salah satu program pengabdian mahasiswa untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terbebas dari tindakan perundungan.
Ketua Kelompok 6 KKN Tematik ITG Desa Cikajang, Muhammad Iqbal Syarief, mengatakan edukasi tersebut dilakukan karena bullying masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama di lingkungan pendidikan.
Baca Juga:Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Garut Periksa Kesehatan 200 Warga BinaanPelajar Asal Garut Nabila Anastasya Putri Jadi Finalis ASEAN Ethnic Got Talent 2026
“Bullying terkadang dianggap sebagai bercanda biasa, padahal dampaknya bisa cukup besar terhadap kondisi psikologis, emosional, bahkan kehidupan sosial anak. Karena itu, pemahaman tentang bullying harus diberikan sejak dini,” kata Iqbal.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika perundungan sudah terjadi. Anak-anak perlu terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai perilaku apa saja yang dapat dikategorikan sebagai bullying.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian perundungan, jenis-jenis bullying, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah yang dapat dilakukan ketika siswa mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.
“Kami ingin anak-anak bisa membedakan mana yang sekadar bercanda dan mana tindakan yang sudah menyakiti atau merendahkan teman. Yang paling penting, mereka juga harus tahu apa yang harus dilakukan ketika mengalami atau melihat bullying,” ucapnya.
Iqbal menjelaskan, edukasi juga diarahkan untuk menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun empati antarsiswa.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman tidak hanya tercipta melalui aturan, tetapi juga dari kesadaran setiap siswa untuk memperlakukan temannya dengan baik.
“Pesan yang ingin kami tanamkan sederhana, jangan merasa hebat dengan merendahkan teman. Justru kita harus belajar saling menghargai, saling membantu, dan berani melapor kepada guru kalau melihat ada tindakan bullying,” jelasnya.
Baca Juga:PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin, Dukung Aktivitas Santri dan MasyarakatDinkes Pastikan RSUD Limbangan Tidak Mangkrak, Target Operasional 2028
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, simulasi, hingga permainan edukatif. Metode tersebut dipilih agar siswa sekolah dasar lebih mudah memahami materi dan tidak merasa sedang mengikuti kegiatan yang terlalu formal.
