KKN Tematik ITG Edukasi Siswa SDN 2 Cikajang Cegah Bullying Sejak Dini

istimewa
KKN Tematik ITG Edukasi Siswa SDN 2 Cikajang Cegah Bullying Sejak Dini
0 Komentar

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi, hingga menyampaikan pendapat mengenai perilaku yang seharusnya dilakukan ketika berinteraksi dengan teman.

“Respons anak-anak sangat baik. Mereka aktif bertanya dan menjawab. Dari situ kami melihat sebenarnya mereka sudah memiliki pemahaman dasar, tinggal terus diperkuat agar mereka berani berkata tidak terhadap bullying,” ujar Iqbal.

Pihak SDN 2 Cikajang juga turut mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Baca Juga:Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Garut Periksa Kesehatan 200 Warga BinaanPelajar Asal Garut Nabila Anastasya Putri Jadi Finalis ASEAN Ethnic Got Talent 2026

Iqbal berharap edukasi anti-bullying tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah maupun lingkungan keluarga.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini anak-anak bukan hanya tahu apa itu bullying, tetapi benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka harus berani saling menjaga dan tidak takut melapor ketika mengalami atau melihat perundungan,” katanya.

Ia menilai pencegahan bullying merupakan tanggung jawab bersama. Selain sekolah, orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat, hingga teman sebaya memiliki peranan dalam membentuk perilaku anak.

“Kami juga berharap guru dan orang tua terus memberikan pendampingan. Pencegahan bullying tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi perlu kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan,” tambahnya.

Program tersebut menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa KKN Tematik Institut Teknologi Garut kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan inklusif.

Iqbal berharap kehadiran mahasiswa selama menjalani KKN di Desa Cikajang dapat memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga meninggalkan kebiasaan positif di tengah masyarakat.

“KKN bagi kami bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa bisa hadir dan memberikan sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Mudah-mudahan edukasi sederhana ini bisa menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih peduli dan saling menghargai,” pungkasnya. (*)

0 Komentar