Ketersediaan Bed Rawat Inap di Garut Baru 1.200, Kebutuhan Capai 2.700

istimewa
jumlah bed rawat inap yang tersedia diperkirakan baru mencapai sekitar 1.200 unit, sedangkan kebutuhan ideal mencapai sekitar 2.700 unit. (istimewa)
0 Komentar

GARUT – Ketersediaan tempat tidur (bed) rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat ini, jumlah bed rawat inap yang tersedia diperkirakan baru mencapai sekitar 1.200 unit, sedangkan kebutuhan ideal mencapai sekitar 2.700 unit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirodjudin, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi bed rawat inap yang tersedia di rumah sakit, klinik rawat inap, dan puskesmas yang memiliki layanan rawat inap.

Baca Juga:Perjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan ApapunPasca Gempa Pangandaran, KAI Daop 2 Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Jalur Kereta

“Perhitungannya bukan hanya bed rumah sakit, tetapi seluruh bed rawat inap di Kabupaten Garut. Saat ini jumlahnya sekitar 1.200, sementara kebutuhan ideal sekitar 2.700 bed,” ujarnya, saat diwawancarai.

Menurut Yodi, membangun rumah sakit baru beserta penambahan kapasitas tempat tidur membutuhkan investasi yang besar.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mendorong keterlibatan investor untuk membangun rumah sakit baru di Garut.

“Langkah konkretnya, pertama mendorong investasi rumah sakit dari luar karena membangun rumah sakit baru dengan penambahan bed tentu tidak ringan. Kedua, kami juga mendorong pengembangan klinik-klinik rawat inap agar kapasitas pelayanan bisa bertambah,” katanya.

Selain melalui investasi, penambahan tempat tidur juga akan dilakukan secara bertahap di rumah sakit yang sudah beroperasi. Namun, penambahan tersebut bergantung pada peningkatan kapasitas ruang ICU.

Yodi menjelaskan, jumlah tempat tidur di rumah sakit mengikuti ketentuan rasio antara kapasitas ICU dan tempat tidur rawat inap.

“Kalau ICU-nya ada 10, berarti rumah sakit hanya boleh memiliki sekitar 100 bed dengan rasio satu banding sepuluh. Saat ini kapasitas ICU di rumah sakit di Garut masih terbatas. Karena itu, kalau ICU bertambah, maka bed rawat inap juga akan bertambah,” jelasnya.

Baca Juga:Audiensi Diwarnai Aksi Buka Baju, Salah Seorang Anggota BPD Garut Nyatakan MundurPembangunan Koridor Jalan Percepat Akses dan Pengembangan Wilayah Garut Selatan

Ia menambahkan, pemerintah memperkirakan akan ada penambahan kapasitas ruang ICU di sejumlah rumah sakit hingga akhir 2026.

Dengan bertambahnya fasilitas ICU tersebut, jumlah tempat tidur rawat inap di Kabupaten Garut juga diharapkan meningkat sehingga mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Ale)

0 Komentar