BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,3 yang terjadi pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa berpusat di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada kedalaman 18 kilometer.
Getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya pada lintas dari Stasiun Nagreg hingga Stasiun Banjar, lintas Stasiun Cibatu hingga Stasiun Garut, serta lintas Stasiun Cipatat hingga Stasiun Gandasoli.
Baca Juga:Audiensi Diwarnai Aksi Buka Baju, Salah Seorang Anggota BPD Garut Nyatakan MundurPembangunan Koridor Jalan Percepat Akses dan Pengembangan Wilayah Garut Selatan
Sesaat setelah menerima informasi terjadinya gempa, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung segera menerapkan prosedur keselamatan dengan memerintahkan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung untuk berhenti sementara, baik di stasiun terdekat maupun di petak jalan, sambil menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana oleh jajaran petugas prasarana.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa langkah penghentian sementara perjalanan kereta api merupakan bagian dari standar operasional keselamatan yang wajib dilakukan setiap kali terjadi kondisi yang berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan kereta api.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya sebelum perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi,” ujar Kuswardojo.
Adapun sejumlah perjalanan kereta api yang diberhentikan sementara selama proses pemeriksaan prasarana antara lain:
- KA (306) Parcel Selatan berhenti di Stasiun Banjar
- KA (300) Cikuray berhenti di Stasiun Leles
- KA (292) Kutojaya Selatan berhenti di petak jalan Cibatu–Warungbandrek KM 217+900
- KA (72) Mutiara Selatan berhenti di petak jalan Cipeundeuy–Cirahayu KM 237+000
- KA (350) Commuter Line Garut berhenti di Stasiun Wanaraja
- KA (PLB 80B) Lodaya berhenti di petak jalan Manonjaya–Ciamis KM 289+200
- KA (PLB 287A) Serayu berhenti di Stasiun Cipeundeuy
Kuswardojo menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh petugas prasarana untuk memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian berada dalam kondisi aman sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.
