GARUT – Delapan siswa asal Kabupaten Garut resmi diberangkatkan ke Sekolah Rakyat (SR) Soreang, Kabupaten Bandung, untuk memulai pendidikan jenjang SMA. Melalui program pemerintah tersebut, seluruh kebutuhan pendidikan mereka, bahkan hingga perguruan tinggi, akan ditanggung oleh negara.
Kepala Dinsos Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan bahwa untuk 8 siswa SR asal Garut tersebut akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu pada Desil 1 dan 2.
Baca Juga:BPBD Garut Catat 20 Bencana Terjadi Sepanjang Juli 2026, Karhutla Paling MendominasiGIKF 2026 Tuai Pujian Internasional, Delegasi Malaysia Sebut Garut Punya Daya Tarik Kelas Dunia
Ia menyebutkan, delapan siswa SR asal Garut tersebut tersebar dari beberapa kecamatan. “Nah 8 orang ini tersebar ya dari Banyuresmi, terus dari Garut kota, Banjarwangi, Cisurupan, Cidatar, sama dari Leres tadi,” sebutnya.
Marlinda mengatakan, Pemkab Garut tidak akan melepas begitu saja para peserta didik. Pihak Dinsos bersama keluarga berencana mengunjungi mereka sekitar sebulan setelah masuk Sekolah Rakyat untuk memastikan kebutuhannya terpenuhi.
“Nah kita rencana tadi sudah semoga nanti sekitar sebulanan rencananya akan ada jadwal kunjungan dari orang tuanya di fasilitasi sama kita, dan kita juga mau lihat anaknya baik-baik saja, semoga tidak ada apa-apa,” katanya.
Namun demikian, Kemensos bukan hanya memprioritaskan terhadap pembangunan SR saja di Garut, tetapi kemungkinan kapasitas siswanya akan mencapai 2 ribu siswa SR.
Menurut Marlinda, jika hal tersebut terjadi maka untuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA asal Garut semuanya akan ditarik kembali ke Garut.
“Nanti lihat dulu ini, kalau sekarang mereka sekolah nih, nanti kalau ternyata SR nya sudah ada, disini dibangun ada nah kita nanti ditarik, tinggal bersurat saja,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, bahwa sebetulnya untuk jenjang SD dan SMP tadinya untuk kegiatan belajar akan dilaksanakan di Eks BLK, namun terkendala surat dari Sekretaris Jendral.
Baca Juga:Puluhan Ribu Anak Masuk Data ATS dan DO, FAGAR Garut Minta Evaluasi Penyaluran PIPDiwarnai Keluhan Tiket Mahal dan UMKM Sepi, GIKF 2026 Didesak Evaluasi Total
“Kalau ternyata nanti dari sekjennya bisa boleh secara resmi, nanti kita akan tarik lagi. Tapi selama itu belum, mereka masih sekolah di sana di SR di Sumedang, kalau yang kemarin tingkat SMP sama SD,” ungkapnya.
