Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pupuk subsidi jenis NPK Phonska yang hingga saat ini paling banyak diserap oleh para petani.
“Kalau yang Urea itu memang agak kurang, walaupun memang secara agretif per tahun itu angkanya masih sama. Hanya memang alokasi untuk Urea kita tahun ini agak tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya,” kata Ardhy.
Ia menambahkan, para petani yang belum terdaftar di E-RDKK rata-rata terkendala akibat data kependudukannya belum terupdate atau belum sinkron pada data di Disdukcapil.
Baca Juga:Pencalonan Ketua DPD Golkar Memanas, Nama Aris Hingga Syakur Mencuat ​Alih Status Jalan Pembangunan Garut ke Jalan Provinsi Disambut Positif
“Ketika dientrikan NIK-nya itu langsung ditolak sama sistem. Karena sistem yang digunakan oleh kita itu kan sudah terintegrasi,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan adanya subsidi dari PT.Pusri ini untuk menjamin bahwa ketersediaan pupuk subsidi di Garut aman.
Ia mengatakan, pupuk subsidi yang didistribusikan oleh PT Pusri ini merupakan komoditi pupuk yang sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pada bidang pertanian.
“Jadi ada NPK, ada Urea, ada NPK Kakao, dan juga tadi Organik ya, dan itu adalah salah satu komoditi yang sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas di pertanian,” kata Syakur.
Syakur menegaskan, bahwa pupuk ini barang subsidi, artinya akan ada pengawasan dari semua pihak, mulai dari masyarakat, lembaga sosial, bahkan hingga Aparat Penegak Hukum (APH).
“Karena ini terkait dengan bagaimana kebijakan pemerintah kepada petani yang harus dirasakan langsung oleh petani,” tegasnya. (*)
