BPBD Garut Catat 20 Bencana Terjadi Sepanjang Juli 2026, Karhutla Paling Mendominasi

Kebakaran Hutan di Kabupaten Garut. (Istimewa)
Kebakaran Hutan di Kabupaten Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyampaikan bahwa total bencana pada periode 1 – 31 Juli 2026 ada sekitar 20 bencana yang terjadi di Garut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefullah.

Menurutnya, bahwa saat ini permintaan sumber air bersih di Garut mulai meningkat, serta untuk pembangunan sumur.

Baca Juga:GIKF 2026 Tuai Pujian Internasional, Delegasi Malaysia Sebut Garut Punya Daya Tarik Kelas DuniaPuluhan Ribu Anak Masuk Data ATS dan DO, FAGAR Garut Minta Evaluasi Penyaluran PIP

“Dan permintaan juga untuk pembangunan-pembangunan sumur berkaitan dengan kekurangan air bersih untuk masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lapangan Setda Garut, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menyebutkan, dalam periode 1 – 31 Juli 2026 kejadian bencana paling banyak ialah Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).

“Sekarang bencana kebakaran hutan dan lahan yang paling banyak, kalau untuk longsor berkurang karena tidak ada sumber air kan,” sebutnya.

Aah menjelaskan, pada periode 1 – 31 Juli 2026 terdapat 20 kejadian bencana di Garut, antara lain 6 bencana cuaca ekstrem, 5 bencana kekeringan, 7 kebakaran hutan dan lahan, serta 2 bencana tanah longsor.

Sehingga, lanjut dia, dampak terhadap manusia untuk totalnya sebanyak 2.975 Jiwa dan 910 Kepala Keluarga (KK), serta ada Lansia, anak-anak dan balita.

“Antara lain cuaca ekstrem 35 jiwa dan 8 kk, kekeringan 2.925 jiwa dan 898 kk, kebakaran hutan dan lahan tidak ada, dan tanah longsor 15 jiwa dan 4 KK. Namun, untuk kelompok rentan yang terdampak hanya ada 11 lansia, 3 anak-anak, dan 2 Balita,” jelasnya.

Tak hanya itu, ada beberapa rumah juga yang terdampak akibat beberapa bencana tersebut, serta ada sekitar 12,4 hektare lahan yang terdampak akibat kekeringan.

Baca Juga:Diwarnai Keluhan Tiket Mahal dan UMKM Sepi, GIKF 2026 Didesak Evaluasi TotalKemeriahan Garut International Kite Festival 2026: Dihadiri 13 Negara hingga Rencana Jadi Agenda Tahunan

“Kalau untuk rumah yang terdampak itu totalnya ada 12 unit rumah, seperti 7 rusak ringan, 1 rusak berat, dan 4 rumah terancam, namun ada sekitar 12,4 hektare lahan pertanian yang terdampak,” ungkap Aah.

Ia menyampaikan, 20 bencana tersebut tersebar di 11 kecamatan, dan 16 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Garut.

Dengan begitu, Aah mengimbau untuk masyarakat agar tetap menjaga kondisi rumah, tidak melakukan hal yang berkaitan atau berpotensi pada kebakaran, begitu juga termasuk di lahan.

“Dan terus untuk apabila di lahan, jangan lakukan mengolah lahan itu dengan cara membakar itu dihimbau untuk tidak dilakukan, karena khawatir karena musim ini kering takutnya rembetannya nanti bisa kebakaran yang tidak bisa diduga,” imbaunya.

0 Komentar