GARUT – Garut International Kite Festival (GIKF) 2026 resmi digelar di Agro Wisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan.
Festival layang-layang berskala internasional yang baru pertama kali diadakan di Garut ini diikuti oleh peserta dari 13 negara dan berhasil menarik sekitar 4.000 pengunjung dari berbagai kabupaten/kota di luar Garut.
Meskipun persiapannya terbilang singkat sekitar empat bulan event ini sukses menghadirkan kemeriahan serta menyedot antusiasme masyarakat dan pelaku usaha. Keterlibatan UMKM pun meluas hingga ke luar daerah.
Baca Juga:63 Bangunan KDKMP di Garut Sudah Dibangun, Ratusan Pembangunan Terkendala LahanPemkab Garut Perketat Perizinan Perumahan, Kajian Kebencanaan Jadi Syarat Penting
“Bukan hanya di Garut dari Bandung juga datang UMKM-nya. Menurut saya ini satu cara yang baik untuk mengembangkan bukan hanya di Kabupaten Garut tapi juga masyarakat di Jawa Barat,” ungkap Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat membuka acara secara resmi, Sabtu (1/8/2026).
“Dan memperkuat kesempatan para UMKM kita untuk berkembang,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke ajang ini menjadi momentum penting bagi promosi daerah.
“Dengan berkunjung ke tempat ini mungkin juga berkunjung ke tempat-tempat yang lain. Nah pasti juga lebih mengenalkan lagi Garut kepada komunitas internasional,” ucapnya.
Apresiasi senada juga datang dari tingkat provinsi. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II (Dapil 14 Garut) yang membidangi pariwisata, Dede Kusdinar, menyambut positif terobosan event skala dunia ini di wilayah Garut.
“Yah saya apresiasi sekali dengan acara event seperti ini, mudah-mudahan Garut kedepan lebih terkenal di internasional dan menggiring para wisatawan asing datang ke Garut dan Garut juga bisa berbenah diri untuk kedepannya,” ujar Dede.
Mengenai skema pembiayaan, Bupati Garut juga menegaskan bahwa GIKF 2026 diselenggarakan secara mandiri oleh pihak Event Organizer (EO), sedangkan pemerintah daerah berfokus pada penyediaan sarana penunjang.
“Apalagi ini adalah event yang mandiri, jadi pemerintah Kabupaten Garut tidak membantu secara khusus paling kita memperbaiki sarana prasarana, event ini sejatinya semuanya diserahkan oleh EO, paling kita bantu perbaiki akses,” tegasnya.
Baca Juga:Distan Garut: Asuransi Mikro Terhenti Karena Anggaran Terbatas dan Kurangnya Kemandirian PetaniMaraknya Aksi Begal di Garut, Syakur Instruksikan RT/RW Tingkatkan Keamanan Lingkungan
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Garut, Aris Munandar. Menurutnya, bantuan Pemkab saat ini sebatas perbaikan fasilitas pendukung di sekitar lokasi.
