RADARGARUT– Memasuki puncak musim kemarau, Kabupaten Garut diguncang lonjakan signifikan kasus kebakaran. Data resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut per 24 Juli 2026 pukul 23.59 WIB mencatat total 209 kejadian kebakaran sejak Januari hingga Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, 63 kasus terjadi di lahan dan 146 kasus menyerang pemukiman serta bangunan. Bulan Juli menjadi periode terburuk.
Dalam waktu kurang dari sebulan, tercatat 74 insiden kebakaran, rekor tertinggi sepanjang tahun berjalan. Puncaknya terjadi pada 22 Juli 2026, saat 10 kebakaran meletus hanya dalam satu hari.
Baca Juga:Manfaat Bangun Pagi: Rahasia Produktivitas, Kesehatan, dan Ketenangan MentalPrakiraan Cuaca Kabupaten Garut Hari Ini, Senin 27 Juli 2026: Berawan dengan Suhu 14–28°C
Angka ini menjadi peringatan keras bagi warga agar meningkatkan kewaspadaan. Titik rawan utama teridentifikasi di Kecamatan Pameungpeuk.
Wilayah ini mencatat kebakaran lahan terbanyak dengan delapan kejadian. Kondisi lahan kering dan cuaca panas ekstrem diduga menjadi pemicu utama penyebaran api yang cepat.
Meski angka kejadian tinggi, respons petugas dinilai sangat baik. Sebanyak 87,5 persen kasus berhasil ditangani dengan waktu respons di bawah 15 menit. Kecepatan ini menjadi kabar baik di tengah meningkatnya ancaman kebakaran.
Disdamkarmat Garut mengimbau masyarakat untuk mencegah kebakaran dengan tiga langkah sederhana namun krusial. Pertama, hentikan praktik membakar sampah atau rumput di lahan kosong yang kering.
Api dapat menyebar sangat cepat dan sulit dikendalikan. Kedua, periksa secara rutin instalasi listrik rumah. Korsleting menjadi penyebab utama kebakaran di pemukiman.
Segera ganti kabel yang terkelupas dan hindari menumpuk colokan listrik. Ketiga, segera laporkan titik api ke Call Center tanpa menunggu api membesar.
Kepala Disdamkarmat Garut menekankan bahwa musim kemarau masih berlangsung.
“Kami menghimbau seluruh warga Garut untuk lebih waspada. Pencegahan jauh lebih efektif daripada pemadaman. Jangan sepelekan titik api sekecil apapun,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Baca Juga:Ramai Isu Begal, Polres Garut Lakukan Patroli Libatkan 475 Personel GabunganMisteri Kematian Penjaga Rumah Eks Jampidsus: Keluarga Singgung Perselisihan Proyek Batu Bara
Data Januari–Juli 2026 menunjukkan tren peningkatan yang tajam seiring berjalannya musim kemarau. Jika pola ini berlanjut, Juli berpotensi mencatat angka yang lebih tinggi lagi sebelum berakhir.
Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama menekan angka kebakaran di wilayah ini.
Disdamkarmat Garut terus melakukan sosialisasi dan patroli di titik-titik rawan. Warga yang melihat asap atau api diminta tidak panik, namun segera menghubungi petugas. Dengan respons cepat dan kesadaran kolektif, diharapkan lonjakan kasus kebakaran dapat segera ditekan.
