RADARGARUT– Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi para korban dugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di Puskesmas Cibatu.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis 23 Juli 2026 ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian penuh terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Dalam kunjungannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat dan sigap sejak insiden terjadi.
Baca Juga:Samsung Galaxy Z Fold 8 Series Resmi Debut: Tipis, Powerful, dan Siap Revolusi Pengalaman Foldable!Garut Diselimuti Dingin Ekstrem: Suhu Turun hingga 10-13°C, BMKG Prediksi Berlanjut hingga Akhir Juli 2026
“Ini adalah musibah yang terjadi, kemudian kami menyikapi dengan cara memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat supaya mereka segera pulih kembali,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa pandang bulu hingga dinyatakan sembuh total. Tim medis di Puskesmas Cibatu bekerja ekstra untuk memantau perkembangan kondisi pasien, mulai dari penanganan gejala keracunan hingga pemulihan fisik secara menyeluruh.
Sebagai langkah preventif dan pendukung proses investigasi, Pemerintah Kabupaten Garut langsung menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG di lokasi kejadian.
Kebijakan ini dilakukan agar Badan Gizi Nasional (BGN) dapat melaksanakan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh tanpa hambatan. Bupati juga telah berkoordinasi langsung dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN untuk memperketat pengawasan program MBG ke depan.
Peninjauan ulang terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kelengkapan perizinan operasional, serta seluruh rantai produksi dan distribusi makanan menjadi prioritas utama.
“Harapannya segera sembuh kembali dan BGN khususnya juga tadi pagi evaluasi terkait dengan SLHS, perizinan dan lain-lain. Kita minta ini lebih ada atensi dari semuanya supaya tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Insiden dugaan keracunan ini menjadi pengingat penting akan pentingnya standar keamanan pangan dalam program sosial pemerintah, khususnya MBG yang bertujuan memberikan nutrisi berkualitas bagi masyarakat.
Baca Juga:Api Lahap Gudang Produksi Kusen Kayu Di Bayongbong Garut, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta RupiahAnti Ribet, Naik Kereta Kini Tinggal Setor Muka!
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan program ini dengan perbaikan sistem yang lebih baik, termasuk peningkatan pengawasan ketat di setiap tahap produksi, penyimpanan, hingga distribusi.
Untuk meringankan beban korban dan keluarganya, Pemkab Garut bekerja sama dengan Bank BJB dan BAZNAS menyalurkan bantuan kemanusiaan awal sebesar Rp250.000 per korban.
