RADARGARUT– Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan karena suhu udara yang sangat dingin di tengah musim kemarau.
Berdasarkan data prakiraan cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 24 Juli 2026, suhu minimum di berbagai kecamatan Garut tercatat rendah, mulai dari 10-13°C pada malam hingga pagi hari.
Kondisi ini membuat banyak warga merasakan dingin menusuk, terutama di kawasan dataran tinggi.
Baca Juga:Api Lahap Gudang Produksi Kusen Kayu Di Bayongbong Garut, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta RupiahAnti Ribet, Naik Kereta Kini Tinggal Setor Muka!
Menurut tabel prakiraan BMKG untuk Kabupaten Garut, pada Jumat 24 Juli 2026, suhu di Garut Kota berkisar 16–22°C dengan kondisi berawan. Namun di kecamatan lain seperti Pasirwangi (13–22°C), Cisurupan (12–20°C), Bayongbong (14–20°C), Cigedug (14–20°C), dan Cilawu (15–20°C), suhu malam hari lebih rendah.
Prediksi untuk Sabtu 25 Juli bahkan menunjukkan titik terendah seperti 10°C di Cisurupan, 11°C di Bayongbong, Cigedug, dan Pasirwangi, serta 12°C di beberapa kecamatan lain. Kelembaban udara tinggi, mencapai 90-99% di banyak wilayah, memperkuat sensasi dingin.
Fenomena suhu dingin ini bukan hal baru bagi Garut. Kabupaten ini dikenal memiliki topografi dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata sekitar 700 mdpl, dan beberapa kecamatan seperti Pasirwangi, Cikajang, dan Cigedug berada di atas 1.200-1.300 mdpl.
Posisi geografis dikelilingi pegunungan seperti Papandayan dan Cikuray membuat udara lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir. Selama musim kemarau puncak Juli-Agustus, minimnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari bumi lepas cepat di malam hari, sehingga suhu turun drastis.
BMKG menjelaskan bahwa penyebab utama adalah Monsun Dingin Australia (Angin Muson Australia). Pada Juli, Australia sedang musim dingin, sehingga massa udara dingin dan kering bergerak ke utara melintasi Samudra Hindia yang suhu permukaannya relatif rendah.
Udara ini membawa dingin ke wilayah selatan Khatulistiwa termasuk Jawa Barat. Fenomena ini disebut “Bediding” atau suhu dingin musim kemarau yang wajar terjadi setiap tahun, terutama Juli hingga September.
Prakiraan BMKG untuk minggu mendatang menunjukkan pola serupa. Pada Minggu 26 Juli hingga awal Agustus, suhu minimum masih rendah di banyak kecamatan (11-14°C), meski siang hari bisa mencapai 22-28°C dengan kondisi cerah berawan hingga berawan.
