GARUT – Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut mencatat sebanyak 165 kebakaran terjadi sepanjang 1 Januari hingga 12 Juli 2026. Total kerugian material akibat seluruh kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp12.166.100.000.
Dari 165 kejadian yang ditangani petugas, sebanyak 122 merupakan kebakaran bangunan, 34 kebakaran lahan, dan sembilan kebakaran kendaraan bermotor.
Selain menimbulkan kerugian material, rangkaian kebakaran tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan petugas diperkirakan mencapai Rp83.169.600.000.
Baca Juga:KONI Garut Targetkan Atletik Raih 5 hingga 6 Emas di Porprov Jabar 2026Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sucinaraja, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Catatan Damkar menunjukkan jumlah kejadian cukup tinggi pada awal Juli. Hanya dalam kurun waktu 1 hingga 12 Juli 2026, petugas telah menangani 30 kebakaran.
Kejadian selama periode tersebut terdiri atas 12 kebakaran bangunan, 17 kebakaran lahan, dan satu kebakaran kendaraan bermotor. Kebakaran lahan menjadi jenis kejadian yang paling banyak ditangani pada awal Juli.
Kerugian material selama periode 1 hingga 12 Juli diperkirakan mencapai Rp1.350.100.000. Adapun nilai aset yang berhasil diselamatkan petugas mencapai sekitar Rp7.595.000.000.
Beruntung, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka dalam seluruh kejadian kebakaran yang berlangsung selama 12 hari pertama pada Juli tersebut.
Meningkatnya kebakaran lahan diduga dipengaruhi kondisi cuaca kering dan masih adanya aktivitas pembakaran terbuka. Kondisi vegetasi yang mulai mengering membuat api berpotensi merambat lebih cepat apabila pembakaran tidak diawasi.
Masyarakat diimbau tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan, terutama ketika cuaca sedang panas dan kering. Warga juga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala serta memastikan penggunaan api di rumah dan tempat usaha selalu dalam kondisi aman.
Selain menangani kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut memberikan berbagai pelayanan penyelamatan nonkebakaran. Sepanjang 1 Januari hingga 12 Juli 2026, sebanyak 1.041 operasi penyelamatan telah dilaksanakan.
Baca Juga:Libur Sekolah, Kunjungan ke Taman Satwa Cikembulan MeningkatMiras Dijual COD, Satpol PP Garut Intensifkan Patroli 24 Jam
Pelayanan itu didominasi penanganan dan penyelamatan hewan atau animal rescue dengan jumlah 782 kejadian. Petugas juga menangani 126 penyelamatan orang, 65 evakuasi kendaraan, 31 pohon tumbang, 34 penanganan pascabanjir, dan tiga kejadian tumpahan solar.
Khusus selama 1 hingga 12 Juli 2026, petugas melaksanakan 30 operasi penyelamatan nonkebakaran. Kegiatan tersebut meliputi 21 animal rescue, lima penyelamatan orang, dua evakuasi kendaraan, serta dua penanganan pohon tumbang.
Sebelumnya, hingga akhir Juni 2026, jumlah pelayanan penyelamatan nonkebakaran tercatat sebanyak 1.011 kegiatan. Rinciannya terdiri atas 761 animal rescue, 121 penyelamatan orang, 63 evakuasi kendaraan, 29 penanganan pohon tumbang, 34 penanganan pascabanjir, dan tiga penanganan tumpahan solar.
