Pemkab Garut Siapkan Program Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Putus Sekolah

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Rizka/Radar Garut)
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya menekan angka anak putus sekolah (APS) yang masih menjadi salah satu tantangan utama dalam sektor pendidikan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan Pemkab tengah menyusun konsep program orang tua asuh. Program tersebut akan mempertemukan calon orang tua asuh dengan anak-anak yang membutuhkan dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan.

“Masalahnya adalah komunikasi. Kita lagi mendesain semacam aplikasi yang jadi menghubung antara orang tua asuh dan anak asuh,” ujarnya.

Baca Juga:Pemerintah Distribusikan Sejumlah Pompa Air untuk Hadapi KekeringanDi Usia 91 Tahun, Hansip Garut Menitikkan Air Mata Saat Dianjikan Renovasi Rumah dan Pekerjaan Baru

Menurut Syakur, anak putus sekolah di Kabupaten Garut dilatarbelakangi sejumlah faktor, mulai dari tidak pernah mengenyam pendidikan, berhenti di tengah jalan, keterbatasan ekonomi, hingga persoalan budaya.

“Anak putus sekolah itu juga pertama karena emang tidak pernah sekolah, yang kedua juga karena DO, yang ketiga itu karena ekonomi, ada juga karena masalah budaya,” sebutnya.

Faktor budaya dan kondisi ekonomi, lanjut Syakur, kerap ditemukan di kawasan perkebunan. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dinilai masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

“Ada beberapa kasus bahwa kita sadari bahwa Garut adalah kabupaten di Indonesia yang banyak perkebunan-perkebunan. Biasanya di perkebunan itu kualitas SDM, ekonominya semuanya agak terbatas,” katanya.

Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkab Garut akan menyinkronkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pemerintah desa, serta Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kita lagi kerja sama antara di Dukcapil, desa, dan juga ada Dapodik. Dari data Dapodik itu sebenarnya turunnya ketika dia sudah SMP, kalau SD itu APS kita bagus,” ungkapnya.

Meski demikian, Syakur mengaku belum mengetahui secara terperinci wilayah dengan jumlah anak putus sekolah terbanyak. Pemerintah masih melakukan pemetaan dan penelusuran data calon penerima program.

Baca Juga:Penataan Pedagang Dekat Kantor Bupati Garut Tunggu Finalisasi DesainLawan Rokok Ilegal, Bupati Garut Optimalkan Peran Camat dan Kades

Ia menjelaskan, orang tua asuh nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Calon orang tua asuh bisa berasal dari kalangan aparatur sipil negara maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

“Ya seperti PNS begitu, kita lagi bikin konsepnya seperti apa, dalam upaya kita untuk menangani angka putus sekolah,” tambahnya.

0 Komentar