GARUT – Musim kemarau ataupun kekeringan saat ini tengah melanda di Kabupaten Garut, sehingga banyak terjadi kebakaran lahan dan hutan dibeberapa kecamatan di Garut.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan dengan seringnya Karhutla melanda Garut sehingga ada atensi dari pemerintah pusat agar lebih waspada.
“Ya jadi kita dapat kemarin dari Zoom itu kita pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia diminta untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran,” ujarnya saat diwawancarai.
Baca Juga:Garut Mundur dari Tuan Rumah MTQ Jabar 2026, Sekda: Butuh Anggaran Minimal Rp15 MiliarKontingen Garut Berangkat ke Jambore Nasional XII, 32 Penggalang Siap Unjuk Kemampuan
Ia menjelaskan, bahwa memang Garut sudah mulai banyak terjadi kebakaran hutan ataupun lahan, dan perlu adanya kolaborasi dengan unsur Forkopimda.
“Itu tidak hanya bisa ditanggapi di respon oleh Pemerintah Kabupaten Garut saja, tapi juga sama teman-teman yang ada dari Kodim bahkan tadi juga sama juga membantu penyiapan tangki untuk nanti digunakan dalam kebakaran,” jelasnya.
Syakur menyebutkan, selama bulan Juni 2026 Kabupaten Garut sudah dilanda 5 kali kebakaran di Gunung Guntur, dengan total 13 hektare lahan terdampak.
Antisipasi dari Pemda terkait kebakaran terjadi di lahan pertanian, kata Syakur, Pemda sudah menyalurkan 98 pompa air, dan sudah ada bantuan dari Kodim.
“Kan dulu ada bantuan dari Kodim, ada bantuan pompa air kita minta bisa standby untuk buat itu kalau terjadi kekurangan air,” ungkapnya.
Selain itu, untuk kebakaran di Garut belum menyentuh lahan pangan, masih terjadi di lahan biasa, ataupun kebakaran rumah.
“Enggak, masih di lahan-lahan terbatas, rumah-rumah tetap, karena kan musim kering sekarang musim kemarau,” kata Syakur.
Baca Juga:SDN Sukanagara Masuk Program Revitalisasi, Usai Kotoran Kelelawar Penuhi Ruang KelasDishub Garut Tetapkan 16 Titik Parkir Resmi di Kawasan Perkotaan
Ia menambahkan, Pemkab akan mengingatkan kembali dengan membuat surat edaran terkait kebakaran lahan yang merambat.
“Terasa sih sudah sering tapi kita ingatkan lagi terutama lahan-lahan, karena ada beberapa kejadian juga mereka bakar lahan kemudian juga merambat,” tambahnya.
Terkait rekayasa cuaca di Garut, Syakur menegaskan, belum bisa dilakukan di Garut dikarenakan butuh teknologi yang canggih.
Namun, terkait rekayasa cuaca pemerintah pusat saat ini hanya memfokuskan saja di wilayah Provinsi Sumatera dan Kalimantan.
“Kelihatannya pemerintah pusat masih fokus di daerah Sumatera dan Kalimantan, kita (Garut) masih belum sangat besar,” pungkasnya. (*)
