RADARGARUT– Banyak masyarakat Indonesia yang mulai mencari informasi kapan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tahun 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2/2025 dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Maulid Nabi ditetapkan sebagai hari libur nasional pada Selasa, 25 Agustus 2026. Libur ini tidak disertai cuti bersama.
Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, bulan Rabiul Awal 1448 H dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca Juga:Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan SKB 3 MenteriFIFA Resmi Loloskan Indonesia sebagai Tuan Rumah ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Tinggal Finalisasi Kontrak Host
Rabiul Awal berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Sabtu, 12 September 2026. Sementara menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, Rabiul Awal berakhir sehari lebih awal, yaitu Jumat, 11 September 2026.
Makna dan Sejarah Maulid Nabi
Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah sekitar tahun 570 atau 571 Masehi (Tahun Gajah).
Peringatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam, sekaligus meneladani akhlak mulia beliau yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan kesabaran.
Sejarah perayaan Maulid Nabi sendiri memiliki beberapa versi. Salah satu pendapat yang cukup dikenal menyebut bahwa tradisi ini mulai berkembang secara besar-besaran pada abad ke-7 Hijriah di bawah pemerintahan Sultan Al-Muzhaffaruddin Al-Kukburi, penguasa Irbil (Irak). Ia mengadakan perayaan dengan mengundang ulama, ahli tasawuf, dan masyarakat, serta membagikan sedekah.
Ada juga pendapat yang mengaitkan awal perayaan dengan Dinasti Fatimiyah di Mesir atau dengan upaya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi untuk membangkitkan semangat umat Islam. Di Indonesia, tradisi Maulid berkembang seiring penyebaran Islam oleh para ulama dan Wali Songo, lalu berakulturasi dengan budaya lokal.
Tradisi Peringatan di Indonesia
Di Indonesia, Maulid Nabi diperingati dengan berbagai cara yang kaya akan nilai keagamaan dan budaya.
Kegiatan yang umum dilakukan antara lain pembacaan shalawat dan barzanji, pengajian, ceramah agama, doa bersama, serta kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan bakti sosial.
