GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan pompa air guna menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian dan mengantisipasi dampak kekeringan.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan pemerintah daerah telah mendistribusikan pompa air ke sejumlah wilayah. Selain itu, Pemkab Garut juga menyiapkan anggaran tambahan apabila diperlukan penambahan pompa air di kemudian hari.
Baca Juga:Kantor Kelurahan Pataruman Dinilai Perlu DirehabilitasiPSSI Garut Sebut Talenta Sepak Bola Lokal Terus Bermunculan
“Untuk mengatasi kekeringan, kami sudah membagikan pompa-pompa air. Kami juga menunggu laporan dari daerah, dan yang pasti kami telah menyiapkan anggaran apabila perlu menambah pompa air,” kata Syakur.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau kondisi di wilayah masing-masing selama musim kemarau.
“Kami juga menyiapkan pompa air milik PDAM untuk mendukung penanganan apabila diperlukan,” ucapnya.
Syakur menjelaskan, sebelumnya pemerintah pusat telah menyalurkan sekitar 90 unit pompa air yang diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian.
Langkah tersebut dilakukan karena lahan pertanian menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak kekeringan saat musim kemarau.
“Kurang lebih ada 90 unit pompa dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi sektor pertanian, karena yang paling kami khawatirkan terdampak adalah sektor pertanian,” jelasnya.
Meski demikian, diakui Syakur, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Garut belum menerima laporan mengenai krisis air bersih maupun kekeringan dari wilayah mana pun.
Baca Juga:Anggota DPRD Gelar Donor Darah dan Layanan Publik Terpadu di PatarumanLibur Panjang Mei Dongkrak Kunjungan Wisata ke Garut, Okupansi Hotel Capai 80 Persen
“Belum ada laporan terjadinya kekeringan dari daerah mana pun. Ternyata musim kemarau panjang belum datang sedini yang sebelumnya diperkirakan,” ungkap Syakur.
Ia menambahkan, kondisi musim kemarau sejauh ini tidak separah yang sempat diprediksi. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kekeringan yang masih dapat terjadi.
“Dulu kita memperkirakan bulan ini sudah terjadi kekeringan di beberapa tempat, tetapi ternyata air masih tersedia. Kita patut bersyukur, namun tetap harus waspada,” pungkasnya. (*)
