GARUT – Unit Pakan Mandiri Leles Lestari mengadakan kegiatan pengembangan serta edukasi inovasi pakan ternak di Leles, Kabupaten Garut, guna meningkatkan produktivitas, kesehatan hewan ternak, dan kesejahteraan peternak.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menghadirkan solusi terhadap tingginya biaya pakan yang masih menjadi kendala utama bagi peternak.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Founder Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Yosep Purnama, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Drh. Dyah Savitri, serta para peternak dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Baca Juga:Pemerintah Distribusikan Sejumlah Pompa Air untuk Hadapi KekeringanDi Usia 91 Tahun, Hansip Garut Menitikkan Air Mata Saat Dianjikan Renovasi Rumah dan Pekerjaan Baru
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof.Dr.Ir.Luki Abdullah, mengatakan pakan lengkap ini hasil riset sejak tahun 2019, dan idenya dikarenakan harga dari pakan semakin naik, dan bergantung pada konsentrat.
Sehingga, pihaknya menghadirkan sumber serat lain yang tidak harus diproduksi melalui rumput, dan sumber serat itulah yang terus dikembangkan hingga saat ini.
“Nah, sumber itulah yang sekarang kita kembangkan terus-menerus sehingga sampai hari ini kita terus bisa menghasilkan berbagai macam jenis pakan lengkap sekarang itu,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Ia menyebutkan, pakan ini dinamakan pakan komplit fermentasi, dan keberadaannya sudah bisa digunakan, dimanfaatkan, dan bisa di uji cobakan.
Menurut Prof Luki, bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan komplit fermentasi ini menggunakan bahan lokal, yang nantinya bisa memperbaiki gizi.
“Bahan bakunya ada di sekitar sini mungkin ada sekitar 80 persen itu mulai dari ada dedak, ada bungkil, ada juga produksi suplemen yang dibuat dari bahan baku lokal kita yang itu justru menjadi komponen utama untuk memperbaiki gizi,” katanya.
Kata Prof.Luki, bahwa pakan ini memanfaatkan limbah-limbah seperti dari jagung, sogum, jerami, dan nutrisi dari jagung ini seratnya lebih bagus dibandingkan pakan dari rumput.
Baca Juga:Penataan Pedagang Dekat Kantor Bupati Garut Tunggu Finalisasi DesainLawan Rokok Ilegal, Bupati Garut Optimalkan Peran Camat dan Kades
“Ya jagung kelebihannya adalah tingkat kecernaan seratnya lebih bagus dibandingkan dengan rumput, dibandingkan dengan jerami padi apalagi” kata dia.
Ia menambahkan, kendala yang ditemukan terkait pakan salah satunya pada saat musim kemarau, dinilai sangat kesulitan untuk hijauan pakan, seperti rumput.
