GARUT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut terus mendorong percepatan penerapan sistem tiket elektonik (E-Ticketing) di berbagai destinasi wisata. Lanhlah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus mencegah praktik pungutan liar (pungli).
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan bahwa pengembangan sistem E-Ticketing saat ini telah rampung dan hanya tinggal menunggu penyelesaian aspek teknis operasional sebelum diterapkan secara luas.
“Untuk perkembangan E-Ticketing, kemarin itu tinggal operasionalnya saja, tinggal teknis pelaksanaannya,” kata Beni.
Baca Juga:Dinkes Garut Imbau Masyarakat Waspadai ISPA di Musim KemarauPersigar Buka Peluang Lolos ke Perempat Final, Taklukkan Persak Kebumen 2-0
Ia menjelaskan, sistem E-Ticketing tersebut dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut melalui aplikasi SAGARUT. Menurutnya, seluruh proses pengembangan sistem telah selesai dan siap digunakan.
“Kalau dari kami, sistem dan segala sesuatunya sudah selesai. Dengan Diskominfo juga sudah oke,” jelasnya.
Beni menuturkan bahwa kehadiran E-Ticketing diharapkan dapat meminimalisasi potensi kebocoran pendapatan serta mencegah praktik pungli yang kerap terjadi di sejumlah objek wisata.
Melalui sistem tersebut, wisatawan dapat membeli tiket secara daring melalui aplikasi tanpa harus melakukan transaksi langsung di lokasi wisata.
“Kalau E-Ticketing, tiket bisa dipesan dari mana saja melalui aplikasi. Setelah pembayaran berhasil, barcode akan keluar dan tinggal digunakan saat masuk ke lokasi wisata,” jelasnya.
Disparbud Garut berharap penerapan E-Ticketing dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan, meningkatkan transparansi pengelolaan tiket, serta mendukung digitalisasi sektor pariwisata di Kabupaten Garut. (*)
