420 Warga Garut Ikuti Pelatihan Vokasi Agroforestry, Disiapkan Jadi Tenaga Kerja dan Wirausahawan

Kemenaker RI Lakukan Pelatihan Vokasi Agroforestry dengan Pemkab Garut. (Rizka/Radar Garut)
Kemenaker RI Lakukan Pelatihan Vokasi Agroforestry dengan Pemkab Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut menyelenggarakan program pelatihan vokasi berbasis agroforestry yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperluas peluang kerja dan kewirausahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania mengatakan pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan skema cost sharing antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Pemerintah Kabupaten Garut.

“Nah yang dilakukan kerjasamanya cost sharing, sebagian anggaran dari Kementerian, sebagian anggaran dari kita,” katanya, kemarin.

Baca Juga:Program MBG Dinilai Bermanfaat, Aliansi Magatu Minta Evaluasi Menu dan PengawasanDinkes Garut Imbau Masyarakat Waspadai ISPA di Musim Kemarau

Nia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan vokasi agroforestry mencapai 420 orang yang dibagi dalam empat tahap pelaksanaan. Pada tahap pertama, sebanyak 96 peserta diberangkatkan menuju BPVP Bandung Barat yang berlokasi di kawasan Cikole.

Menurutnya, seluruh peserta telah melalui proses pendaftaran dan seleksi sesuai ketentuan. Khusus untuk pelatihan budidaya kopi, proses seleksi dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Kopi Indonesia (APKI).

“Hanya untuk budidaya kopi, itu yang selektifnya adalah dari APKI Asosiasi Pengusaha Kopi,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan keterampilan peserta sesuai bidang yang diikuti. Para pembudidaya kopi diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usaha, sementara peserta pelatihan barista dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

“Dan bagi para tenaga kerja ex-danbi, dia bisa melakukan wira usaha di bidang pengolahan ikan gitu,” harapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Sukro Muhab mengatakan program pelatihan vokasi ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK sederajat. Adapun bagi lulusan perguruan tinggi, pemerintah telah menyiapkan program magang sebagai sarana pengembangan kompetensi dan pengalaman kerja.

“Karena yang untuk perguruan tinggi itu kami sudah siapkan namanya magang. Insyaallah tahun ini akan dimagangkan sebanyak 150 ribu seluruh Indonesia,” katanya.

Baca Juga:Persigar Buka Peluang Lolos ke Perempat Final, Taklukkan Persak Kebumen 2-0Atlet Profesional Mengaku Tidak Diperhatikan, Dispora Sebut Memang Belum Ada Programnya

Sukro menuturkan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri dengan memanfaatkan potensi daerah.

“Ya syukur-syukur nanti dia menjadi pengusaha yang berbasis agroforestry atau potensi kekayaan alam yang ada di Garut ini,” tuturnya.

0 Komentar