RADARGARUT– Kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan di Bandung kembali menyita perhatian publik. Taufik Hidayat (TH), pria berusia 30 tahun, diduga menjadi pelaku utama yang menyekap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki atau YTR (29), selama hampir tiga tahun.
Korban kini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi kritis dengan luka-luka berat yang mengancam penglihatannya.
Menurut informasi yang beredar luas di media sosial dan dikonfirmasi berbagai sumber, Taufik Hidayat berasal dari Kampung Tegalame, RT 05/RW 07, Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga:Jawa Barat Kena Imbas Pemadaman Listrik Bergilir: PLN Sebut Diakibatkan Oleh Gangguan TeknisCara Jaga Kesehatan di Cuaca Kemarau Panjang 2026: Tips Praktis agar Tetap Fit dan Segar
Ia lahir di Bandung pada 14 Juni 1996. Pada KTP-nya tercantum status sudah menikah, meski ia menjalin hubungan dengan YTR. Pekerjaannya disebut sebagai buruh harian lepas, dan ada informasi yang menyebut ia bekerja sebagai debt collector atau penagih utang. Taufik beragama Islam dan kini menjadi buronan kepolisian.
Kasus ini bermula pada tahun 2023 ketika YTR mengenal Taufik di sebuah konser musik di Tritan Point, Kota Bandung. Kedua sejoli tersebut kemudian menjalin hubungan asmara. Taufik bahkan sempat mengunjungi rumah orang tua korban.
Namun, sejak saat itu, YTR tidak pernah kembali ke rumah keluarganya di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Keluarga kesulitan menghubunginya selama tiga tahun. Mereka hanya sempat mendapat kabar bahwa YTR berada di Jakarta, padahal korban sebenarnya disekap di kawasan Cileunyi, Bandung.
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan keterkejutannya. Selama ini keluarga dikabarkan bahwa kakaknya sedang bekerja di Jakarta.
“Jadi selama tiga tahun kita nggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta,” ujar Syahrul.
Baru pada Rabu, 10 Juni 2026, keluarga mengetahui keberadaan YTR di RSHS Bandung dalam kondisi yang mengenaskan. Korban mengalami penganiayaan berat yang luar biasa sadis.
Menurut keterangan keluarga dan sumber di lapangan, YTR mengalami kebutaan permanen, wajah hancur, bibir atas hilang karena diduga digunting oleh pelaku, luka bacokan di kaki, bekas sayatan di kepala, serta luka bakar rokok di lengan.
Baca Juga:Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Begini Respon AmerikaPLN Sampaikan Permohonan Maaf Atas Masalah Listrik Masyarakat Belakangan Ini
Ia juga sering dipukul menggunakan helm dan senjata tajam. Kondisi ini membuat keluarga hancur sekaligus marah, karena selama tiga tahun mereka hanya bisa menunggu tanpa kepastian.
