RADARGARUT– Pada pertengahan Juni 2026, masyarakat Jawa Barat kembali dihadapkan pada masalah kelistrikan yang cukup mengganggu.
Pemadaman listrik bergilir atau yang dikenal dengan istilah manajemen beban oleh PT PLN (Persero) semakin meluas, terutama di wilayah Bandung Raya dan sekitar Bogor.
Kebijakan ini diterapkan menyusul gangguan teknis operasional pada beberapa pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan signifikan kapasitas pasokan listrik.
Baca Juga:Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Begini Respon AmerikaPLN Sampaikan Permohonan Maaf Atas Masalah Listrik Masyarakat Belakangan Ini
Menurut Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Nurmalitasari, penurunan kapasitas suplai listrik ini disebabkan oleh kendala teknis pada fasilitas pembangkit.
Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara keseluruhan dan mencegah gangguan yang lebih parah, PLN terpaksa melakukan pengaturan distribusi listrik secara berkala di sejumlah daerah terdampak.
Langkah ini bertujuan agar pemadaman tidak meluas ke wilayah lain yang lebih besar. Pemadaman listrik di kawasan Bandung Raya telah berlangsung sejak Rabu, 17 Juni 2026.
Beberapa kecamatan yang terdampak meliputi Buahbatu hingga Ujungberung di Kota Bandung. Selain itu, wilayah Padalarang di Kabupaten Bandung Barat dan Cilengkrang di Kabupaten Bandung juga mengalami pembatasan pasokan listrik.
Warga melaporkan bahwa pemadaman terjadi secara bergilir, dengan durasi yang bervariasi, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Dampak pemadaman listrik ini dirasakan cukup luas oleh masyarakat. Di sektor rumah tangga, banyak keluarga yang kesulitan menjalankan aktivitas rutin seperti memasak, menerangi rumah, atau mengisi daya perangkat elektronik.
Bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM), seperti warung makan, toko kelontong, dan bengkel, pemadaman ini menyebabkan penurunan omset karena alat-alat listrik tidak dapat beroperasi optimal.
Baca Juga:Syarat dan Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Rp100 Juta Tenor 1-5 TahunBGN Janjikan Efesiensi Anggaran MBG 70 Triliun Usai Mahasiswa Lakukan Demo
Sementara itu, di sektor pendidikan dan perkantoran, proses pembelajaran daring maupun kegiatan administrasi sering kali terhambat. Situasi ini bukan kali pertama terjadi di Jawa Barat. Beberapa hari sebelumnya, wilayah Cirebon juga mengalami pemadaman serupa, yang bahkan memaksa Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari rumah (WFH).
Gangguan kelistrikan skala besar sering kali dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pemeliharaan pembangkit, cuaca ekstrem, hingga peningkatan beban listrik yang tajam akibat cuaca panas di musim kemarau.
